DPD Granat Jatim Ajak Santri Berantas Peredaran Narkoba

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Selasa, 29 Oktober 2019 00:27 WIB

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jumlah pecandu narkoba di Jawa Timur diperkirakan terus meningkat. Diperkirakan tahun ini peningkatannya ada sekitar 75 persen anak Jatim yang terpapar bahaya narkoba. Gerakan Nasional Anti Narkotika mengajak santri sebagai garda terdepan dalam pencegahan peredaran narkoba.

Menurut Ketua DPD Granat Jatim Arie Soeripan, bertepatan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan peringatan Hari Santri Nasional serta HUT Granat ke-20, pihaknya mengajak santri sebagai garda terdepan untuk memberantas peredaran narkoba. Dengan tema "Santri Hebat Tanpa Narkoba".

"Kami mengajak para santri itu sebagai garda terdepan untuk memberantas peredaran narkoba," cetus Arie kepada wartawan usai memberikan edukasi terkait bahaya narkoba di pesantren Mukmin Mandiri di Waru Sidoarjo, Senin (28/10).

Arie menambahkan, saat ini sebagian besar santri merupakan para generasi muda millenial. Di mana seperti diketahui, penyalahgunaan narkoba paling rentan terhadap anak muda. Pihaknya tidak menginginkan bahaya narkoba sampai dapat merusak para generasi santri.

"Kami berupaya semaksimal mungkin, dengan jalan memberikan edukasi bahaya narkoba kepada para santri. Kami tidak menginginkan generasi penerus bangsa ini terpapar narkoba," terang Arie.

Ia menjelaskan bahaya narkoba di kalangan anak muda terbilang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, 75 persen anak muda di Jawa Timur sudah terpapar dan memakai narkoba.

"Dan saat ini narkoba juga menyasar ke berbagai lapisan masyarakat. Kalau dulu mungkin hanya orang mampu saja yang dapat membeli narkoba, sekarang sudah tidak lagi," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan berbagai langkah dan tindakan supaya anak muda tidak terpapar oleh bahaya narkoba. Dengan memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba ke berbagai kalangan, seperti ke para santri muda yang ada di pesantren.

"Hari ini kami bekerja sama dengan Pesantren Mukmin Mandiri. Kita berikan edukasi apa itu narkoba, berbagai macam bentuk narkoba dan dampak orang mengonsumsi narkoba," jelas Arie.

Sementara itu, di tempat yang sama, pengasuh Pesantren Mukmin Mandiri, KH. Muhammad Zakki menyambut secara positif penandatanganan MoU tersebut. "Tentu penandatangan MoU ini merupakan momen yang sangat besar bagi semua santri," tuturnya.

"Karena memang narkoba merupakan ancaman yang sangat serius bagi bangsa khususnya para generasi muda. Kami berharap para santri muda di pesantrennya tidak ada yang terpapar oleh narkoba," pungkas Kiai Zakki. (cat/rev)