Ingin Bekas PG Toelangan Jadi Wisata Edukasi, Ini Langkah DPRD Sidoarjo

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Mustain
Senin, 07 Oktober 2019 22:29 WIB

SIDAK: Komisi D DPRD Sidoarjo dan Disporapar Sidoarjo melihat bekas PG Toelangan, di Desa/Kecamatan Tulangan, Senin (7/10). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Komisi D DPRD Sidoarjo mendorong pemerintah mewujudkan rencana menyulap kawasan bekas Pabrik Gula (PG) Toelangan menjadi destinasi wisata edukasi.

Komisi yang membidangi di antaranya kepariwisataan itu sidak ke pabrik gula peninggalan Belanda tersebut, Senin (7/10). "Pabrik gula tinggalan Belanda ini punya potensi untuk jadi wisata edukasi," cetus Ketua Komisi D, M Damroni Chudlori, Senin (7/10).

Kata Damroni, informasinya pemerintah sudah membuat Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2016 lalu, untuk memanfaatkan bekas PG Toelangan, yang sudah stop operasi sejak tahun 2016 silam.

Salah satu konsep di DED itu, sejumlah rumah dinas di area PG Toelangan bakal dijadikan home stay atau tempat penginapan. "Kita dorong rencana tersebut bisa diwujudkan. Apalagi nanti dua tahun lagi, ada kereta di bandara," beber politikus PKB ini.

Damroni menegaskan, rencana menjadikan kawasan PG Toelangan sebagai pusat wisata edukasi juga diharapkan memanfaatkan kearifan lokal.

Di desa yang dekat dengan pabrik gula yang dibangun pada tahun 1850 itu, juga terdapat makam Mbah Jaelani, yang nantinya bisa direncanakan sebagai sebuah wisata religi. "Kami akan bahas dengan pihak-pihak terkait agar rencana ini bisa diwujudkan," bebernya.

Sidak Komisi D yang dipimpin M Damroni Chudlori ini diikuti sejumlah anggota Komisi D, di antaranya Ainun Jariyah (PKB) dan Ali Sutjipto (Golkar). Sidak itu didampingi beberapa pejabat Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Disporapar Sidoarjo Trisnanto Edi Wibowo menyambut baik langkah yang dilakukan oleh komisi D DPRD Sidoarjo. Menurut dia, pemkab telah merencanakan pengembangan kawasan Tulangan, yang di tengah-tengahnya ada PG Toelangan.

Trisnanto menegaskan, pihaknya tidak berwenang terkait PG Toelangan karena pabrik gula tersebut aset pemerintah pusat, dalam hal ini PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. "Yang bisa kami lakukan ya membangun di kawasan sekitarnya," bebernya.

Trisnanto menyebut, bekas PG Toelangan bisa disulap jadi wisata edukasi industri. Para pengunjung, terutama anak-anak dan pelajar, bisa mengunjungi bekas PG Toelangan untuk mengetahui proses pembuatan gula.

Perwakilan dari PG Toelangan PTPN X, Zainudin, yang menemui rombongan Komisi D tidak banyak memberikan penjelasan. Namun dia menyambut gembira langkah Komisi D yang berupaya mendorong eks PG Toelangan jadi wisata edukasi. (sta/ian)