Kecelakaan Lagi di Sidoarjo, Dua Motor Pelajar Adu Moncong, 1 Tewas

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Minggu, 29 September 2019 21:57 WIB

Petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang pelajar kembali terjadi di Sidoarjo. Kali ini korban adalah pelajar SMP atas nama Esa Andayu Putri (13), warga Taman Aloha Blok D 16, Desa Sukolegok, Kecamatan Sukodono.

Korban nekat mengendarai motor di jalan raya meski belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Tragis, ia harus tewas dalam kecelakaan di jalan Raya Desa Sadang, Kecamatan Taman, Ahad (29/9) siang.

Pengendara motor Yamaha Mio nopol L 6703 YS itu bertabrakan dengan pengendara motor Yamaha RX King nopol W 5115 RS yang juga dikendaraai seorang pelajar. Ia adalah AC (17) warga Desa Pulungan, Kecamatan Sedati.

Mulanya, AC dengan motor Yamaha RX King-nya melaju dari arah Utara ke Selatan. Di lokasi yang tak jauh dari tempat tambal ban itu, AC berusaha mendahului sebuah mobil dari sisi kanan. Sialnya, AC malah bertabrakan dengan motor yang dikendarai Esa Andayu Putri yang saat itu melaju dari arah berlawanan.

(Pelajar pengendara RX King selamat dan mendapatkan di rumah sakit)

Kedua pelajar itu terkapar di jalan raya setelah bertabrakan. Ironisnya lagi, Esa Andayu Putri tewas di lokasi kejadian dalam kecelakaan itu. “Pengendara motor Yamaha RX King mengalami luka ringan,” terang Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar.

Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi kejadian. Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan juga langsung diamankan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Mantan Kasi STNK Subdit Regident Polda Jatim itu juga sangat menyayangkan kejadian tersebut. “Tentu semua prihatin, pelajar jadi korban kecelakaan. Selama ini kami terus menyosialisasikan kepada orang tua agar tidak mengizinkan anak dibawah umur untuk berkendara,” ucapnya.

Fahrian juga berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Ia ingin peristiwa itu tak terulang lagi khususnya di wilayah Sidoarjo.

“Jangan mudah mengizinkan anak di bawah umur berkendara atau mengemudi di jalan raya,” pungkas pria dengan melati satu di pundaknya itu. (cat/rev)