Normalisasi Tanggul Sungai Marmoyo, PT GEI Diapresiasi Warga Mojojajar Mojokerto

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Soffan Soffa
Kamis, 26 September 2019 21:41 WIB

Warga RT 03 saat berada di lokasi normalisasi. foto: SOFFAN/ BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Warga Dusun Krembangan RT 03 RW 04, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto mengaku merasa lega atas upaya pengurukan dan normalisasi tanggul sungai Marmoyo yang dilakukan PT GEI.

Pasalnya, selama ini upaya yang dilakukan warga terkesan sia-sia. Hingga akhirnya akibat parahnya longsoran, akses jalan ke permukiman nyaris putus. Tidak hanya itu, satu rumah milik warga pun setengah bangunannya roboh akibat tanah di belakangnya longsor tergerus air.

"Sebelum diperbaiki, kondisi jalan masuk ke permukiman tinggal satu meter lebarnya. Kendaraan roda empat tidak ada yang berani lewat. Warga pun menjadi khawatir dan was-was jika melewati lokasi longsor," terang Ngadiman, Ketua RT 03 yang tanggul sungai di wilayahnya tergerus air.

Sedikitnya ada dua lokasi yang terbilang parah, kata Ngadiman, yakni ada di sebelah barat atau lebih tepatnya di lokasi akses jalan masuk ke permukiman warga RT 03 dan di depan rumah Ketua RW setempat.

Atas kekhawatiran inilah warga akhirnya bersepakat untuk meminta bantuan kepada PT GEI untuk memberikan bantuan beton dan pengurukan agar lokasi longsor dapat kembali normal seperti semula.

Permohonan warga pun mendapat respons dan perbaikan pun dilakukan. Kini warga mengaku merasa lega dan senang. Kekhawatiran mengenai longsor kini berangsur hilang. Akses jalan pun kembali normal dan lancar. 

"Terima kasih atas semua bantuan yang sudah diberikan PT GEI di antaranya bantuan alat berat, mobilisasi pengurukan dan penanganan di lokasi longsor," jelas Ngadiman.

Seperti disampaikan, permohonan warga ini sudah mendapatkan persetujuan dari pihak perangkat desa dan seluruh warga RT 03 RW 04.

"Bahkan Kepala Dusun Kusni juga sudah tanda tangan. Jadi kami mohon kerja samanya dari beberapa pihak yang mungkin belum mengerti atas keluhan dan derita yang kami rasakan selama ini. Kami sekarang sudah tidak khawatir dan merasa senang atas upaya yang sudah dilakukan. Sekali lagi terima kasih PT GEI," pungkas Ngadiman. (sof/ian)