LPPM Unigoro Ikut Sejahterakan Petani Sekitar Migas Blok Cepu

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
Kamis, 26 September 2019 17:43 WIB

Laily Agustina Rachmawati, Ketua LPPM Unigoro.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Para petani di wilayah ring 1 proyek Migas Lapangan Banyu Urip di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, merasakan betul pendampingan yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro).

Ketua LPPM Unigoro Laily Agustina Rachmawati mengatakan, pendampingan yang dilakukan timnya kepada masyarakat Gayam sudah dilakukan sejak tiga bulan terakhir. Tujuannya, untuk mengembangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Sekolah lapang ini merupakan kerja sama LPPM Unigoro dengan ExxonMobil sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesejahteraan petani di sekitar lokasi eksplorasi migas," kata Laily pada acara Diseminasi Sekolah Lapang di Bojonegoro, Kamis (26/9/19).

Kata dia, LPPM Unigoro sangat merespons para petani yang terkena dampak industrialisasi migas. Bahkan, tak sedikit para petani yang mengeluhkan seringnya terjadi gagal panen.

"Padahal gagal panen bukan karena efek migas saja, tetapi banyak penyebab lainnya. Misalnya pengolahan tanah tidak tepat, pupuk yang tidak seimbang, dan lainnya. Jadi setelah kita lakukan pendampingan dan berikan pengetahuan, para petani di sekitar Gayam ada peningkatan produktivitas panenannya," ungkapnya.

Wilayah yang didampingi LKPP Unigoro antara lain, Desa Bonorejo, Brabowan, Gayam, dan Mojodelik. Empat desa tersebut merupakan desa ring 1 proyek migas raksasa Blok Cepu.

Selain pendampingan kepada petani, LPPM Unigoro juga melakukan pendampingan kepada para petani muda di Bojonegoro. Sebab, kata dia, berdasarkan data yang didapat, jumlah petani muda di Kota Ledre terus menurun.

"60,2 persen petani di Bojonegoro didominasi usia 54 tahun, sisanya adalah petani muda. Nah, sebagai bentuk regenerasi, maka kami mendorong para taruna tani ikut bertani," ucapnya menambahkan. (nur/rev)