Warga Tepian Sungai Bengawan Solo Bojonegoro Butuh Bak Sampah

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
Sabtu, 21 September 2019 19:08 WIB

Ratusan relawan dari berbagai komunitas, organisasi, maupun lembaga melakukan bersih-bersih sampah di bantaran sungai Bengawan Solo dalam rangka World Clean Up Day Indonesia (WCDI).

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo Kabupaten Bojonegoro berharap adanya bak sampah, maupun pengelolaan daur ulang sampah yang disediakan.

Hal itu karena masyarakat yang tinggal di tepi bengawan mulai sadar untuk tidak membuang sampah di sungai. Namun, kesadaran tersebut tidak diimbangi dukungan dan dorongan dari pemerintah.

"Kami sadar bahwa selama ini warga sekitar, bahkan saya sendiri, masih membuang sampah di tepian Sungai Bengawan Solo. Hal ini lantaran tidak ada pilihan lain yang bisa dijangkau warga dalam penyediaan tempat sampah. Jadi kami berharap adanya bak-bak sampah yang dapat menampung sampah warga," ujar salah seorang warga Gang Tambangan 1, Kelurahan Jetak, Kabupaten Bojonegoro, Mas Mud Sabtu, (21/9/19).

"Mau bagaimana lagi, kalau harus ke tempat pembuangan sementara (TPS) juga jauh. Akhirnya pilihannya membuang di tepian sungai," ujarnya.

Dia mengaku, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai sudah mulai terbentuk. Kesadaran serta pola pikir agar tidak membuang sampah di Bengawan itu terus ditanamkan dalam beberapa kali gelaran kegiatan kampung, baik dalam kegiatan sosial maupun kebudayaan.

"Perlu adanya bak sampah dan personil yang hilir mudik mengangkut sampah ke TPA. Ini sebenarnya yang perlu dilakukan. Bukan hanya dari warga, tapi juga dukungan pihak lain," ujar Oky Dwi Cahyo menambahkan.

Sampah yang menumpuk di tepian sungai mendapat perhatian World Clean Up Day Indonesia (WCDI) Cabang Bojonegoro. Sekitar 350 relawan dari berbagai komunitas, organisasi, maupun lembaga melakukan bersih-bersih sampah. Bersih sampah itu dilakukan secara serentak di seluruh dunia.

"Harapannya, kesadaran pemuda terhadap sampah ini lebih peduli. Dan juga merupakan bentuk tolak ukur kesadaran pemuda di Bojonegoro terhadap sampah ini bagaimana, karena kegiatan ini baru pertama di Bojonegoro," ujar koordinator WCDI Bojonegoro 2019, Elmi Nasikhah.

Elmi mengaku, dipilihnya tempat pemungutan sampah di Tambangan 1 Jetak tersebut karena masyarakat sekitar mendukung penuh gerakan bersih sungai yang dilakukan WCDI. Sehingga, setelah ini diharapkan ada tindak lanjut untuk menangani sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya. (nur/rev)