Fragmen Miniatur Candi Juga Ditemukan di Rumah Warga Gedog Kota Blitar

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Kamis, 05 September 2019 15:02 WIB

Fragmen miniatur candi yang ditemukan di rumah warga Lingkungan Gedog, Kelurahan Gedog, Sananwetan, Kota Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Fragmen miniatur candi ditemukan di rumah warga Lingkungan Gedog, Kelurahan Gedog, Sananwetan, Kota Blitar. Lokasi penemuan fragmen candi ini berjarak sekitar 200 meter ke arah Timur dari temuan batu kepala kala dan struktur bata kuno mirip candi di situs Joko Pangon.

Benda tersebut kini dipindah ke dekat punden di situs Joko Pangon. Pemindahan ini dilakukan untuk menjaga agar benda purbakala ini tidak rusak. Warga menempatkanya di bawah pohon beringin sebelah barat punden. Bentuk fragmen itu memiliki panjang sekitar 70 cm dan tinggi 50 cm. Bentuknya sedikit melengkung, sementara sisi luarnya dihiasi ukiran.

Benda purbakala itu juga sudah dicek oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan saat melakukan observasi, Rabu (4/9/2019) kemarin.

"Ada laporan dari warga saat kami mengecek temuan batu kepala kala dan struktur batu bata kuno di situs Joko Pangon. Kemudian kami cek, ternyata wujudnya berupa fragmen miniatur candi," ungkap Wicaksono Dwi Nugroho, arkeolog BPCB Trowulan dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/9/19).

Melihat keberadaannya yang cukup jauh dari lokasi penemuan kepala kala dan batu bata kuno, kemungkinan fragmen miniatur candi ini sempat dipindah. Namun perlu kajian lebih mendalam atas dugaan ini.

"Diduga memang ada keterkaitan dengan batu kepala kala dan batu bata kuno yang ditemukan sebelumnya. Tapi masih perlu kajian yang lebih mendalam lagi besok saat kegiatan ekskavasi," imbuhnya.

Disinggung proses eskavasi, Wicaksono mengaku belum bisa memastikan waktunya. Namun diperkirakan bulan depan akan dimulai proses eskavasi tahap awal. "Mungkin bulan Oktober, akan dilakukan proses eskavasi situs candi gedog," tutur Wicaksono.

Sebelumnya, tim BPCB Trowulan melalukan observasi di lokasi temuan batu kepala kala dan susunan batu bata kuno di sebuah kebun jagung Kelurahan Gedog Kota Blitar. Berdasarkan hasil observasi sementara, arkeolog BPCB Trowulan mengindikasikan jika benda-benda di dekat situs Joko Pangon itu merupakan candi yang besar dan megah pada masa kejayaan kerajaan Majapahit

Meski belum bisa memastikan ukuran dan bentuk candi, namun dari jenis batu andesit arca kala dan struktur tatanan batu bata kuno yang ditemukan diperkirakan peninggalan era Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya pada abad 13-14. "Kami mengindikasikan lokasi candi ini dulu sangat luas," pungkasnya. (ina/rev)