Ingin Belajar Batik Pamekasan, Mahasiswa UWM Surabaya Kunjungi Klampar

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yeyen
Jumat, 16 Agustus 2019 01:55 WIB

Para mahasiswa belajar langsung cara pembuatan batik di Desa Klampar, Pamekasan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Mahasiswa Fakultas Kewirausahan Universitas Widya Mandala Surabaya datang ke Desa Klampar untuk belajar langsung cara membatik, Kamis (15/08/19).

Para mahasiswa Widya Mandala tersebut datang dengan dekan dan dosen pembimbing yang juga desainer kondang Embran Nawawi.

Menurut Dekan fakultas Kewirausahaan Universitas Widya Mandala Diah Tulipa, kegiatan ini adalah kegiatan Filtrip dari Fakultas Kewirausahaan Widya Mandala. Tujuannya, untuk memperkenalkan mahasiswa terhadap produk-produk tradisional yang bisa mereka eksplor menjadi bisnis yang bisa dikembangkan.

"Kami di fakultas mengembangkan 5 jenis bisnis, salah satunya jenis fashion dan kebetulan batik yang paling kita dengar adalah batik Pamekasan. Kebetulan ada Pak Embran Nawawi yang beliau sudah berkecimpung dahulu di dalam batik, terutama di Desa Klampar Pamekasan," tuturnya.

Pihaknya berharap ke depan bisa berkolaborasi dengan pengrajin di Desa Klampar. Mahasiswa tidak hanya bisa belajar Batik Pamekasan, namun juga mencari ide bisnis pengembangan yang diaplikasikan berbentuk UMKM.

"Dengan demikian Batik Pamekasan bisa lebih berkembang dan dikenal bukan hanya dari lembaran batiknya, tetapi dari produk-produk lainnya," ungkapnya.

Salah satu mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini, Alfa Zon mengaku sangat senang dan tidak menyangka Batik Pamekasan begitu indah.

"Kita bisa belajar tentang cara pembuatannya dan kita akan mencari ide untuk menjadikan Batik Pamekasan sebagai bahan untuk produk-produk yang nantinya akan menjadi bisnis yang menguntungkan," tutur Alfa, mahasiswa semester 4.

Para mahasiswa tersebut sebelumnya juga diajak melihat pasar batik 17 Agustus Pamekasan yang merupakan pasar batik terbesar di Asia dan mendatangi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pamekasan. (yen/ian)