Gandeng BI dan BNN, J-Scook Berikan Edukasi Tentang Uang Palsu dan Bahaya Narkoba

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Arif Kurniawan
Kamis, 15 Agustus 2019 17:21 WIB

Narasumber dari Bank Indonesia saat memberikan materi tentang mengenal ciri-ciri uang asli.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Komunitas jurnalis penggemar sepeda motor scooter yang tergabung dalam Jurnalist Scooter Kediri (J-Scook) menggandeng Bank Indonesia Perwakilan Kediri mengajak pelajar di Kota Kediri untuk mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah.

Sosialisasi dalam rangka 1 tahun berdirinya komunitas J-Scook ini menghadirkan narasumber dari Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kediri Oki Haricintiono dan Ridho Wiranata dari Unit Pengelolaan Uang Rupiah.

Dalam seminar ini, Oki dan Ridho mengungkapkan pada peserta cara untuk mengetahui keaslian uang rupiah. BI mengimbau untuk melakukan langkah 3D, yakni diterawang, diraba dan dilihat. Ini adalah salah satu strategi bagaimana cara memastikan keaslian uang rupiah.

Sementara untuk menjaga keawetan uang rupiah yang beredar di masyarakat, masyarakat diminta untuk tidak melakulan lima D. Jangan diremas, dilipat, dibasahi, dicoret, dan distaples. Hal ini adalah salah satu program BI dalam menjaga keawetan uang, karena Indonesia salah satu negara yang boros dengan uang baru.

"Untuk menjaga umur uang agar kebih panjang serta agar anggaran pencetakan uang tidak terus terlalu boros," terang dua narasumber.

Sementara itu, dalam sesi selanjutnya BNN selaku narasumber di hadapan para pelajar membawakan materi tentang bahaya narkoba serta dampak penyalahangunaan narkoba. Kompol DN Indrawati Kasi Pencegaahan dan pemberdayaan masyarakat BNN Kota Kediri mengungkapkan jika peredaran narkoba saat ini kian memprihatinkan.

"Karena penjahat narkoba saat ini terus melakukan inovasi dalam melakukan peredaran narkoba dan tidak peduli siapa pun sasarannya," ungkap Kompol Indra.

Untuk itu, dia nengimbau agar terus melakukan pantauan pada anak anaknya agar tidak terjerat narkoba. Selain itu orangtua terus mencari informasi melalui media massa seperti TV maupun koran agar mengerti inovasi penjahat dalam mengedarkan narkoba.

"Kami sangat welcome jika masyarakat meminta kami untuk memberikan edukasi pada masyarakat," tandasnya.

Sementara itu Ketua J-Scook Andimas Budi mengatakan jika acara seminar ini adalah sebagai wujud peduli komunitas jurnalis tentang program program pemerintah, khususnya pada bidang sosial dan masyarakat. "Meskipun baru satu tahun, kami mencoba dapat berguna bagi masyarakat," tandasnya. (rif/rev)