Satu Tewas, Empat Perampok Spesialis Nasabah Bank di Sidoarjo Masih Diburu Polisi

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Jumat, 09 Agustus 2019 02:49 WIB

Muzamil alias Emil (30), satu dari dua pelaku yang tertangkap, sedang dipapah petugas.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Dua orang dari enam pelaku perampokan spesialis nasabah bank berhasil diringkus Polresta Sidoarjo. Mereka yakni, Muzamil alias Emil (30) warga Desa Sanggra Agung Kecamatan Socah Bangkalan, serta Munir (49) Warga Labang Bangkalan.

Komplotan perampok asal Madura yang beranggotakan Muzamil, Munir, Muhammad, Mat Tinggal, Jupri, dan Khusairi ini adalah pelaku perampokan yang telah beraksi di tiga lokasi berbeda.

Yakni pada tanggal 28 Februari 2019 korban nasabah BCA Krian di Desa Kraton, Krian kerugian korban sebesar Rp 118 juta. Pada 8 April 2019 korban karyawan Baznas Sidoarjo, nasabah Bank Jatim kerugian Rp 10 juta. Dan pada tanggal 2 Agustus 2019 Karyawan PT Hasil Karya Krian yang baru saja mengambil uang dari BCA Krian untuk gaji karyawan senilai Rp 407 Juta.

"Para tersangka ini merupakan residivis kasus perampokan bukan saja di wilayah Sidoarjo tetapi juga di beberapa daerah lainnya," ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat melakukan press rilis di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (8/8).

Dijelaskan Zain, pertama kali yang berhasil ditangkap adalah tersangka Muzamil, warga Soca Bangkalan Madura ini berhasil ditangkap di rumahnya. Kemudian dari penangkapan Muzamil dilakukan pengembangan. anggota bergerak ke rumah tersangka Munir.

"Di rumah Munir ini anggota tidak menemui tersangka di tempat namun hanya mendapatkan beberapa alat bukti kejahatan yang digunakan yakni sepeda motor dan helm," ujarnya.

Polisi bergerak ke kawasan Kampus Unair di Surabaya setelah mendapatkan informasi bahwa tersangka Munir sedang berada di sana.

"Saat itulah tersangka Munir yang akan ditangkap ini justru menabrakkan motornya ke arah petugas sambil mengeluarkan senjata tajam. Anggotapun memberikan tindakan tegas terukur dengan memberikan tembakan kepada tersangka setelah peringatan yang diberikan diabaikan, dan dinyatakan meninggal setelah mendapat perawatan di RS Bhayangkara Polda Jatim," tegas Zain.

Diakui Kapolresta, saat ini masih ada empat tersangka yang sudah dimasukkan dalam DPO Polresta Sidoarjo. Dan pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku ini.

"Identitas telah kita kantongi dan diimbau kepada para pelaku ini segera menyerahkan diri, karena kita akan terus memburu pelaku ini," tandasnya. (cat/ian)