Puluhan Cakades Jago RGS Indonesia Menang Telak

Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Rabu, 31 Juli 2019 19:42 WIB

Pendiri RGS Indonesia H. M. Khozin Ma'sum bersama para tim cakades yang menang. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Gresik telah usai, Rabu (31/7). Pesta demokrasi tingkat desa itu telah menghasilkan cakades pilihan rakyat.

Dari ratusan cakades terpilih, puluhan di antaranya adalah calon kepala desa (cakades) yang menjadi jago RGS Indonesia. Beberapa di antara mereka bahkan menang telak pada Pilkades serentak.

Cakades jago RGS tersebiut menyebar di hampir semua kecamatan, mulai Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Bungah, Manyar, Duduksampeyan, Balongpanggang, Sangkapura, Tambak, Kedamean, Menganti, Cerme, Benjeng, dan sejumlah desa di kecamatan lain.

Pendiri RGS Indonesia H. M. Khozin Ma'sum, didampingi Ketua Umum RGS Indonesia Muslih Hasyim membenarkan kemenangan cakades yang mereka dukung dalam Pilkades serentak tahun 2019. "Memang benar, dan saya ucapkan alhamdulillah puluhan cakades yang saya munculkan menang," ujar Khozin kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (31/7), malam.

Dia kemudian menyebut beberapa cakades yang didukung RGS, di antaranya Cakades Purwodadi Kecamatan Sidayu Kastar yang menang telak dengan perolehan suara 723 suara, atas rivalnya Yunaedi dengan 389 suara.

Selain itu, ada Cakades Kecamatan Sidayu Suyatmoko, Cakades Peganden Kecamatan Manyar Mustain, Cakades Bulangan Kecamatan Dukun Mudhohan, dan Cakades Pantenan Kecamatan Panceng Mat Rofiq dan Cakades Petung Kecamatan Panceng Askor.

"Ini bukti nyata kesolidan RGS Indonesia bersama tim cakades untuk memperjuangkan calon," jelas Bendahara Umum DPP Bakuppi ini.

Bagi Khozin, kemenangan cakades yang diperjuangkan RGS Indonesia merupakan kemenangan semua masyarakat yang ada di desa dimaksut. Untuk itu, Khozin mengimbau kepada semua cakades terpilih bisa merangkul yang kalah, termasuk tim dan pendukungnya.

"Semuanya harus kembali bersatu dan guyub untuk membangun desa. Sebab, untuk bisa menjadikan tata kelola dan kemajuan desa tak bisa hanya dilakukan sekelompok cakades yang menang. Semua harus kompak bersatu dan rukun dengan tujuan satu menjadikan desa makin baik, dan maju, " pungkasnya. (hud/rev)