Gali Wisata Budaya di Pamekasan, Disparbud Gelar Festival Taniyan Lanjhang

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
Minggu, 28 Juli 2019 23:45 WIB

Kadisparbud Pamekasan bersama para tamu dari Kibas Jatim dan Sekar Jagat Yogyakarta.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pamekasan, Disparbud bekerja sama dengan Komunitas Batik Jawa Timur menggelar Festival Taniyan Lanjhang yang dilaksanakan di Dusun Buddagan, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan, Ahad (28{07/19) malam.

Festival yang memadukan wisata budaya dengan tampilan seni serta UMKM dengan kulinernya juga batik dari Pamekasan tersebut dihadiri tamu dari Komunias Batik Jawa Timur, Komunitas Sekarjagat dati Yogyakarta, dari wisatawan Jakarta, Cirebon, Pekalongan dan Surabaya, bahkan wisatawan dari negara Perancis.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Pamekasan Achmad Sjafiudin mengatakan, festival ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pamekasan.

"Dengan memadukan wisata budaya, kuliner tradisional, batik Pamekasan dan pentas seni kita mencoba menarik para eisatawan ke sini," tuturnya.

Achmad menambahkan, festival Taniyan Lanjhang ini untuk menggali kembali potensi wisata budaya yang sudah hampir terlupakan, kita gali lagi. Dipadukan dengan yang moderen

"Kita berharap dengan wiasata budaya ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pamekasan," tukasnya.

Nisa, wisatawan dari komunitas Sekarjagat Yogyakarta mengaku sangat terpesona dengan festival tersebut. "Kami sangat mengapresiasi acara ini, ada tari, juga Rokat Pandhabah serta kulinernya enak-enak. Keren abis, apalagi batiknya, saya melihatnya sampek merinding mas," ujar Nisa memuji-muji batik Pamekasan.

Nisa bahkan sudah berbelanja cukup banyak batik Pamekasan yang memang dipasarkan dalam acara terdebut. "Rombongan saya sudah belanja banyak loh," sambil menunjukan batik belanjanya.

Dalam acara tersebut juga disuguhkan tari tarian, drama rokat pandhabah dari komunitas Dhu'remmek, musik gebluk dan sajian kuliner yang dibeli dengan menukarkan daun lontar sebagai alat beljnya. (err/ian)