Multi Bintang Dukung Penyelamatan Lingkungan di DAS Brantas

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Kamis, 25 Juli 2019 13:25 WIB

Perjanjian penyelamatan lingkungan hidup melalui 10 sekolah Adiwiyata diteken PT MBI, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Yayasan Sahabat Multi Bintang (YSMB) yang bernaung di bawah produsen minuman PT Multi Bintang Indonesia Tbk mengikat perjanjian penyelamatan lingkungan hidup di sepuluh sekolah Adiwiyata di Kabupaten Mojokerto. Program Bintang Adiwiyata 2019/2020 ini bekerja sama dengan Yayasan Esa Katulistiwa (YEK) diteken Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kamis (25/7).

Dengan adanya kesepakatan tersebut, sebanyak 10 Sekolah Adiwiyata pilihan di DAS Brantas mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Pada peresmian program tersebut, perwakilan dari 10 sekolah peduli lingkungan mendapatkan pembekalan detail program dan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh berbagai pihak terkait.

Program Bintang Adiwiyata ini memungkinkan berbagai sekolah Adiwiyata untuk membangun jejaring komunikasi berbagi inspirasi dan ide praktis untuk aksi penyelamatan lingkungan.

"Kebaikan lingkungan menjadi bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan berusaha Multi Bintang. Kami sangat bangga bisa ikut mendukung program Bintang Adiwiyata dan ingin mengajak generasi masa depan untuk belajar dan mengambil peran aktif dalam aksi penyelamatan lingkungan berbasis konservasi air di Kabupaten Mojokerto," ujar Ketua dari Yayasan Sahabat Multi Bintang, Hning Wicaksono.

Lebih lanjut dikatakannya, sejak tahun 2016, Multi Bintang sudah secara aktif melibatkan masyarakat dalam program konservasi bertajuk nabung banyu (simpan air), yang bertujuan untuk meningkatkan upaya pelestarian sumber daya air dari daerah hulu hingga hilir aliran sungai Brantas, yang merupakan sumber air bahan baku utama masyarakat dan juga industri.

"Berbagai aksi konservasi lingkungan telah kami lakukan antara lain penanaman ribuan pohon yang kami lakukan secara rutin, hingga saat ini telah mencakup sekitar 10 hektare di daerah hulu/upstream. Kami juga menjalankan program edukasi masyarakat "Bank Sampah" dalam rangka mencegah sampah rumah tangga masuk ke aliran sungai. Melalui Program Bintang Adiwiyata ini kami berharap dapat merangkul generasi masa depan agar lebih ramah lingkungan," tambah Hning Wicaksono.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengatakan, program Sekolah Adiwiyata adalah sebuah program yang digagas oleh KLHK dan juga Kemendikbud di tahun 2006, bertujuan untuk menciptakan sekolah yang ideal untuk kegiatan belajar dan mengajar yang menanamkan perilaku peduli dan berbudaya lingkungan untuk seluruh warga sekolah. Program ini merupakan salah satu strategi pemerintah demi mendidik generasi mendatang agar memiliki mental dan perilaku yang ramah lingkungan.

Saat ini terdapat 78 sekolah di Kabupaten Mojokerto yang sudah mengikuti program Adiwiyata sejak tahun 2006. Dengan tingkat capaian sampai tingkat akhir atau sekolah adiwiyata mandiri baru 6 sekolah saja. Sedangkan yang lain masih perlu bekerja keras untuk bisa mencapai jenjang berikutnya.

"Kami berterima kasih atas partisipasi banyak pihak dalam kegiatan ini, khususnya Yayasan Sahabat Multi Bintang yang kiranya dapat menjadi sebuah inspirasi bagi pihak swasta lainnya. Harapan kami program ini tidak hanya akan dapat meningkatkan grade sekolah pilihan tersebut mencapai predikat sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, nasional, dan juga mandiri, namun juga menciptakan generasi muda pembangunan yang juga ramah lingkungan," pungkasnya. (yep/rev)