Forkopimda Banjarmasin Siap Gelar “Cangkrukan” ala Surabaya

Editor: Yudi Arianto
Jumat, 19 Juli 2019 00:35 WIB

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bersama Forkopimda Banjarmasin.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari Forkopimda Kota Banjarmasin di ruang sidang Balai Kota Surabaya, Kamis (18/7/2019). Forkopimda Kota Banjarmasin hadir dengan formasi lengkap, begitu juga Forkopimda Surabaya yang menyambutnya, dengan formasi lengkap.

Saat pertemuan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan berbagai program yang dijalankan bersama-sama dengan jajaran TNI, Polisi, Kejaksaan. Ia menjelaskan bahwa rutin mengadakan pertemuan sebulan sekali, tapi kalau ada masalah pasti langsung koordinasi meskipun belum waktunya.

“Tapi yang pasti, kami memecahkan masalah tidak seformal-formal mungkin. Jadi, kami menyelesaikannya itu dengan guyon-guyon, tidak terlalu formal,” kata Risma sembari mengucap selamat datang kepada jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin.

Risma pun menjelaskan bahwa apabila ada masalah di tingkat bawah atau di tingkat kelurahan, biasanya langsung diselesaikan di bawah, sehingga tidak sampai besar dan sampai ke atas atau wali kota. Saat penyelesaian itu, biasanya pihak kelurahan bersinergi dengan jajaran tokoh agama, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

“Biasanya, kami menggelar cangkrukan di kelurahan-kelurahan yang menghadirkan semua Forkopimda. Dengan ngopi bareng dan ngobrol santai dengan masyarakat itu, akhirnya kita bisa menampung berbagai keluhan masyarakat, sehingga lebih gampang untuk menyelesaikannya,” kata dia.

Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina mengatakan kunjungannya kali ini merupakan study tiru yang dilakukan dengan Forkopimda Kota Surabaya. Bagi dia, ini adalah forum untuk belajar sinergitas dari kota sebesar Surabaya. Apalagi, Forkopimda di Surabaya itu lebih banyak dibanding Kota Banjarmasin yang hanya memiliki satu Polres, dan satu Kejaksaan.

“Kita ingin situasi kamtimbas dan situasi di masyarakat, antisipasi kerawanan, termasuk juga sinergi, di antara lurah, Babinsa dan Babinkamtimbas serta tokoh masyarakat bisa bersinergi. Ini menjadi study yang perlu kami gali dan tadi banyak hal yang bisa kami aplikasikan di Banjarmasin,” kata Ibnu.

Adapun beberapa pelajaran yang bisa diterapkan di Kota Banjarmasin adalah sinergitas yang selama ini hanya tiga pihak, nanti akan ditambah juga dengan tokoh masyarakat, sebagaimana dilakukan di Kota Surabaya. Ia juga berharap ke depannya bisa terus mengadakan jadwal rutin pertemuan dengan Forkopimda Banjarmasin.

“Tadi juga ada cangkrukan. Itu mungkin semacam acara informal masyarakat dan saya kira itu sangat efektif untuk mengantisipasi berbagai hal di tengah-tengah masyarakat kita, sehingga bisa menciptakan rasa aman dan stabilitas menjadi ujung tombaknya,” ujarnya. (ian)