Usai Wabah Hepatitis A, Ketua DPRD Pacitan Ajak Masyarakat Bantu Gairahkan Kembali Wisata

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Minggu, 14 Juli 2019 15:51 WIB

Ronny Wahyono, Ketua DPRD Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono mengajak seluruh pihak, tidak terkecuali media massa, bersinergi memulihkan kepercayaan publik pasca wabah Hepatitis A. Hal ini dilakukan agar para wisatawan kembali bergairah datang ke Pacitan.

Sebab, menurunnya jumlah wisatawan ke Pacitan belakangan ini ditengarai akibat mewabahnya penyakit yang menyerang organ hati tersebut. Ia mengungkapkan, baru-baru ini ada sekitar 3.000 orang yang membatalkan kunjungan ke Pacitan akibat adanya wabah Hepatitis A.

"Reservasi dari perusahaan air minum kemasan yang ada di Klaten sebanyak 3.000 orang yang dibagi menjadi 2 section pada bulan September di-cancel dengan adanya hepatitis. Mereka semula hendak datang di SeaView, Pantai Teleng Ria," kata Ronny memberikan informasi terkait banyaknya wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke Pacitan melalui percakapan WhatsApp, Ahad (14/7).

Karena itu, pria yang juga digadang hendak running di Pilkada 2020 ini berharap agar para pewarta bisa memberitakan sisi positif di balik mewabahnya penyakit Hepatitis A di Pacitan tersebut.

Apalagi saat ini pemerintah melalui instansi yang ada, baik itu Kemenkes, Dinas Kesehatan Pemprov Jatim, dan kabupaten terus melakukan pemantauan dan berupaya memutus mata rantai sebaran penyakit yang menyerang fungsi hati tersebut.

"Orang yang terserang Hepatitis A lantas sembuh, justru akan mendapatkan kekebalan seumur hidup meski tidak dilakukan vaksin. Ini informasi yang saya baca dari pemberitaan media. Sehingga masyarakat tidak perlu terlampau pobia dengan kasus tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Pacitan, Eko Budiono, langsung bergerak melakukan kunjungan ke rumah saudara Puguh yang beralamatkan di belakang Toko Enggal Dua Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan. Hal ini dilakukan guna memastikan yang bersangkutan terserang Hapatis A ataukah tidak.

"Saat kami datang yang bersangkutan sedang pergi ke Tulakan. Penjelasan dari anaknya, 15 hari yang lalu sakit diare dan telah diobati dokter. Tidak ditemukan riwayat sakit kuning," kata Eko yang disampaikan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (13/7) petang kemarin. (yun/rev)