Pembukaan Job Fair, Novita Nur Arifin Cerita Pengrajin Bambu yang Mampu Menyerap Ratusan Pekerja

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Kamis, 27 Juni 2019 01:31 WIB

Ketua Dekranasda Trenggalek Novita Hardiny saat memberikan sambutan di pembukaan Job Fair. foto: HERMAN S/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Daerah) Kabupaten Trenggalek Novita Hardiny berharap "Trenggalek Job Fair" kali ini membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya untuk masyarakat Trenggalek.

Pernyataan ini disampaikan Novita ketika dirinya hadir sebagai Ketua Dekranasda sekaligus diberi kesempatan untuk memberikan sambutan dalam pembukaan "Trenggalek Job Fair" yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek di Hotel Hayan Wuruk Trenggalek, Rabu (26/6).

"Saya berharap dengan dibukanya job fair kali ini Kabupaten Trenggalek membuka seluas-luasnya lowongan pekerjaan, sehingga kita bisa bersama-sama menumbuhkan ekonomi di Kabupaten Trenggalek," kata istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin ini.

Novita juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi dari pihak perusahaan atau instansi swasta lainnya yang telah menyediakan lapangan pekerjaan sekaligus menyerap tenaga kerja, khususnya tenaga kerja asal Trenggalek.

Ia kemudian menerangkan adanya lowongan pekerjaan ini merupakan indikator pertumbuhan ekonomi, baik itu pertumbuhan ekonomi di sektor pemerintah maupun swasta. Hal ini merupakan sebuah indikator majunya sebuah daerah.

Dalam kesempatan itu, ia juga menceritakan bahwa dirinya pernah mendatangi sebuah desa di Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek. Di sana, kata Novita, ada seorang pengrajin bambu yang telah sukses mengekspor hasil kerajinannya ke Taiwan, Bali, serta beberapa kota besar lainnya.

Bahkan hasil kerajinan bambu berupa sendok, garpu, dan tempat tisu banyak dipesan oleh hotel bintang lima di Pulau Bali.

"Nah, yang menariknya itu beliau (pengusaha bambu) merekrut tenaga kerja yang rata-rata usianya di atas lima puluh tahun ke atas, dan jumlah tenaga kerja yang direkrutnya hingga 350 orang. Nah ini luar biasa sekali, satu pengrajin bambu mampu merekrut 350 orang. Ini merupakan sumbangsih yang besar pula untuk kabupaten Trenggalek," pujinya. (man/rev)