Tangkal TBC, Pemkot Mojokerto - TBC Care Bentuk Kader Pendamping

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Senin, 06 Mei 2019 16:16 WIB

PENGKADERAN: Aksi sejumlah elemen masyarakat di Kota Mojokerto turut menangkal penyebaran TBC yang merebak di daerah ini. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Merebaknya penyakit mematikan Tuberculosis (TBC) di Kota Mojokerto mendapat respons dari banyak pihak. Tak hanya Pemkot setempat, elemen masyarakat yang menangkal laju TBC turut serta. 

Lembaga TBC-HIV Care Aisyiyah yang disupport oleh Global Fund (GF) misalnya, turut mengeliminir penderita TBC di Kota Mojokerto. Saat ini, Aisyiyah telah melatih 28 kadernya menjadi Kader TBC. Pengkaderan ini digelar maraton mulai 29 April hingga 3 Mei 2019. Para kader ini akan ditugaskan untuk menjangkau dan mendampingi pasien TBC untuk berobat sampai sembuh. 

Tatik Lutfiati, Kepala SSR TBC-HIV Aisyiyah Kota Mojokerto mengatakan, 28 kader ini sudah dibekali ilmu oleh Dinas Kesehatan dan dilatih oleh para fasilitator. 

"Para kader ini akan koordinasi dengan petugas TBC di Puskesmas. Jadi setelah menemukan pasien TBC, mereka akan membawa ke puskesmas untuk dilakukan tes. Program ini sesuai kampanye dari kementerian Kesehatan, yakni TOSS TB, temukan obati sampai sembuh," ungkapnya.

Tatik juga mengatakan, dalam materi pelatihan, pihaknya melibatkan narasumber dan fasilitator dari rumah sakit dan pakar komunikasi. "Intinya, mereka sudah digembleng oleh para narasumber dan para pakar yang kompeten. Bahkan saat praktik juga dinilai langsung oleh petugas TBC dari Puskesmas," tambahnya.

Sementara tugas dari 28 kader kesehatan Aisyiyah ini selain melakukan pelacakan penderita TBC, mereka juga akan memberi materi penyuluhan kepada masyarakat di tingkat lingkungan dan kelurahan mengenai TBC dan cara pencegahannya.

Sementara dr Esti Hermawati, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mojokerto mengaku cukup terbantu dengan adanya SSR TBC-HIV Care Aisyiyah ini. Karena bisa bekerja sama dengan puskesmas dalam rangka menemukan pasien TBC dan mendampingi pengobatannya sampai sembuh.

"Kita sangat terbantu dengan adanya Aisyiyah yang mendapat program TBC dari Global fund. Semoga pada tahun 2020 ketika program ini selesai bisa dilanjutkan secara mandiri," ujarnya. (yep/rev)