Gelar Job Fair, SMK PGRI 2 Kediri Siapkan Ribuan Lowongan Kerja

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Arif Kurniawan
Senin, 22 April 2019 18:27 WIB

Salah satu pencari kerja saat mendaftar di salah satu perusahaan yang membuka lowongan di SMK PGRI 2 Kediri. foto: ARIF KURNIAWAN/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Jaring para lulusan untuk ditempatkan di dunia kerja, SMK PGRI 2 Kediri kembali menggelar bursa kerja atau job fair yang diperuntukkan bagi para alumni dan juga lulusan dari SMK sekitar Kediri. Dalam kegiatan tahunan ini, sekolah mendatangkan 40 perusahaan pencari tenaga kerja dengan ribuan lowongan kerja yang dibutuhkan.

Bursa kerja di lingkungan sekolah ini berlangsung selama satu hari. Dalam Job fair kali ini mempertemukan para alumni SMK sebagai pencari kerja dengan perusahaan penyedia lapangan pekerjaan. “Kami menghadirkan sebanyak 40 perusahaan dari berbagai bidang usaha baik tingkat Nasional dan Internasional,” kata Kepala SMK PGRI 2 Kediri, Drs. H. Harun, MM, Senin (23/4).

Selain mempertemukan para lulusan SMK khususnya alumni SMK PGRI 2 Kediri dengan dunia kerja, job fair juga bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran terbuka. Jumlah pengangguran SMK di Kediri tahun 2016 sebesar 9,84 persen ditargetkan turun hingga level 7 persen, pada tahun 2019 ini.

Bursa kerja di lingkungan sekolah ini langsung diserbu oleh para alumni. Salah satu peserta adalah Siti, alumni SMK PGRI 2 Kediri. “Kegiatan ini sangat membantu kami dalam mencari lapangan pekerjaan. Lebih mudah karena tidak perlu mencari ke tempat yang jauh,” kata Erma, salah satu lulusan SMK PGRI 2 Kediri tahun 2019 ini.

Untuk diketahui, Job Fair di SMK PGRI 2 Kediri ini dibuka oleh Sidik Purnomo, dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kediri. 

Sementara itu, tahun 2019 ini, SMK PGRI 2 Kediri telah meluluskan 542 siswa. Sekolah berharap seluruhnya terserap oleh bidang usaha. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

Berdasarkan data sekolah, setiap tahunnya, ada 60 persen lulusan yang langsung diterima kerja, sementara 20 persen lainnya melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi. (rif/ian)