Razia Narkoba dan Yustisi di Sidoarjo, Cewek Cantik ini Positif Methamphetamine

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Kamis, 21 Maret 2019 16:35 WIB

Para penghuni kos dikumpulkan sebelum dites urine.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Razia narkoba dan yustisi digelar petugas gabungan di beberapa tempat kos kawasan Sidoarjo, Kamis (21/3). Petugas gabungan ini terdiri dari BNNK Sidoarjo, TNI, Polri, dan Satpol PP.

Operasi gabungan tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB yang sebelumnya dilakukan apel di kantor BNNK Sidoarjo. Kemudian, petugas dibagi berpencar ke beberapa lokasi dan salah satu sasarannya yakni tempat kos.

Di sebuah kos kawasan Desa Sepande RT 12 RW 04, Kecamatan Candi, petugas menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Afganistan. Keduanya bernama Ali Hayati dan Yassin Mohebbi.

Kedua WNA dan beberapa penghuni kos, langsung dikumpulkan untuk dilakukan tes urine. Hasilnya, ada satu yang urinenya mengandung methamphetamine, yakni Linda (22), warga Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

Petugas pun langsung menggeledah kamar kos tersebut, namun tidak menemukan barang yang dimaksud. Hanya saja, petugas mengamankan beberapa obat-obatan dan membawa yang bersangkutan ke kantor BNNK Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(VIDEO: Cewek Cantik Terjaring Razia Narkoba)

(Salah satu penghuni kos yang urinenya positif mengandung mengandung methamphetamine)

Sementara itu, petugas gabungan melakukan razia di sebuah kos kawasan Desa Banjar Bendo, Kecamatan Sidoarjo kota. Sama dengan di lokasi sebelumnya, para penghuni kos dikumpulkan untuk dilakukan tes urine.

Hasilnya, dua penghuni kos di kawasan Desa Banjar Bendo tersebut positif mengandung methamphetamine dan juga diamankan ke kantor BNNK Sidoarjo untuk diperiksa lebih lanjut.

"Sementara ini kami mengamankan tiga orang yang diindikasi menggunakan obat dan perlu diklarifikasi ulang. Kalau sebelumnya memakai obat maka kami suruh menunjukkan obat yang mereka minum sebelumnya," cetus Kepala BNNK Sidoarjo AKBP Tony Sugiyanto.

Sementara terkait temuan dua WNA asal Afganistan yang memiliki kartu UNHCR, akan dikordinasikan dengan pihak imigrasi. Kalau terdapat kesalahan aturan, maka temuan itu akan diserahkan ke pihak Imigran. "Kami kordinasikan dulu," pungkas Kasie Operasional Satpol PP Sidoarjo Willy Raditio. (cat/rev)