Antisipasi Paham Radikal, Bupati Ngawi Buka Pembinaan Wawasan Kebangsaan

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Rabu, 13 Maret 2019 16:44 WIB

Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat membuka pembinaan wawasan kebangsaan.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Demi memupuk dan meningkatkan rasa kebangsaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pemkab Ngawi melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar pembinaan wawasan kebangsaan, Rabu (13/03).

Acara yang mengambil lokasi di Museum Trinil Desa Sooko Kec. Kedunggalar dibuka secara resmi oleh Budi Sulistyono Bupati Ngawi. Agenda yang diikuti oleh perwakilan pelajar seluruh SMA di Kab. Ngawi tersebut dalam rangka memantapkan rasa kebangsaan dengan adanya situasi menjelang pemilu. 

"Kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi berkembangnya paham-paham radikal atau kelompok keras. Sebab, mereka menjadikan usia dini sebagai target untuk mendoktrin dan mencuci otak," ujar Budi Sulistyono Bupati Ngawi saat ditemui Bangsaonline.com.

Menurut Kanang, sapaan Bupati Ngawi, para pelajar rawan dimasuki oleh paham radikal karena mereka sedang dalam pencarian jati diri. Untuk itu, Pemkab Ngawi memandang perlu diberikan pemahaman akan rasa dan jiwa kebangsaan pada mereka.

"Pada generasi millennial ini sangat perlu diberikan pemahaman secara khusus di luar mata pelajaran tentang menjaga keutuhan bangsa," pungkas Kanang.

Pasca mengikuti kegiatan ini, para pelajar diharapkan dapat mengantisipasi berkembangnya paham radikal dan mencegah berita hoax yang bertujuan untuk memecah belah bangsa. (nal/rev)