​Ribuan Bikers se-Jatim Hadiri Launching Komunitas Motor Master Max di Pamekasan

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
Minggu, 10 Maret 2019 16:28 WIB

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ribuan bikers dari 150 komunitas se-Jawa Timur menghadiri launching komunitas motor Master Max sekaligus menggelar deklarasi “Safety Riding” di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (9/3/19) malam.

“Kegiatan ini merupakan hasil kemitraan antara polisi dengan kelompok masyarakat,” kata Kanit Dikyasa Polres Pamekasan Iptu Sri Sugiharto saat menyampaikan sambutan dalam acara itu.

Kampanye keselamatan berkendaraan bermotor, lanjutnya, merupakan hal penting, apalagi di kalangan komunitas yang mayoritas anak-anak muda. Karena jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan raya sering terjadi dengan korban kebanyakan adalah masyarakat milenial. 

"Dari sekitar 30 kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya, sekitar 60 persen korbannya adalah pengendara pada usia millennial. Atas dasar itulah, maka para komunitas sepeda motor bekerja sama dengan polisi menggelar millennial road safety festival,” lanjut Sugiharto.

Ia menuturkan, di Pamekasan sudah terjadi sebanyak 11 kali kecelakaan dengan korban meninggal sebanyak 6 orang. Pada Februari menurun dengan jumlah korban meninggal sebanyak 5 orang.

“Dan melalui kerja sama baik bersama komunitas pengendara sepeda motor ini, kita berharap angka kecelakaan lalu lintas di Pamekasan ke depan bisa terus ditekan, bisa menjadi ziro accident,” ujar Sugiharto.

Acara kolosal yang melibatkan para pengendara sepeda motor dan pecinta touring ini digelar di lapangan Sedangdang Pamekasan.

Ketua Umum Master Max Community Chairul Umam menyatakan, selain untuk mendukung program menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, kegiatan para komunitas touring sepeda motor ini juga dimaksudkan untuk menjalin keakraban antara sesama penggemar sepeda motor.

Dalam kesempatan ini, juga dideklarasikan “Safety Riding” dalam rangka mendukung “zero accident” di jalan raya yang juga dimeriahkan dengan pesta kembang api dan musik tradisional Daul Madura, serta bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan fakir miskin. (err/ian)