Dua Siswa SD Diculik, Tangan Penculik Digigit

Editor: rosihan c anwar
Rabu, 01 Oktober 2014 19:56 WIB

LAMONGAN (bangsaonline)

Dua siswa SDN Sukorejo Kecamatan Turi Lamongan menjadi korban penculikan. Mereka adalah Cindy Aulia (8) dan Jaka Dewa Permana Putra (8). Beruntung mereka selamat meski salah satunya sudah sempat dinaikkan ke dalam mobil Toyota Avanza warna hitam.

Jaka Dewa Permana Putra sempat lepas dari cengkeraman pelaku yang memaksanya naik mobil setelah digigit korban. "Tak cokot tangane, saya gak kenal orange kok (saya gigit tangannya, saya tidak kenal orangnya, red)," ungkap Jaka Dewa Permana Putra, kemarin (30/9).

Sebaliknya, Cindy dilepas pelaku dari atas mobil setelah tahu Jaka Dewa Permana Putra melawan dengan gigitannya.

Cindy dan Jaka mengungkapkan apa yang dialaminya pada Jumat (26/9/2014) lalu itu. Saat jam istirahat tiba-tiba mereka berdua dihampiri pengendara mobil warna hitam.

Cindy langsung ditarik dan dimasukkan ke dalam mobil. Sementara Jaka yang saat itu sedang bersama Cindy diiming-imingi tersangka uang Rp 50 ribu.

Saat Jaka ditarik dengan uang di tangan pelaku, Jaka dengan serta merta menggigit tangan pelaku, yang dilihatnya perempuan. "Saya gak kenal orange, ya tidak mau. Tak cokot'ae," tuturJaka. Sedangkan Cindy yang ada di dalam mobil tiba-tiba diturunkan pelaku sebelum berjalan lebih jauh.

Cindy mengaku melihat dalam mobil itu ada anak kecil yang mulut dilakban. Sementara pelakunya dua orang, laki-laki dan perempuan. Sang laki-laki sebagai sopir, sementara si perempuan yang membujuknya bersama Jaka.

Sebenarnya, apa yang dialami keduanya sudah diceritakan kepada kedua orang tua masing-masing. Cindy, anak pasangan Kartaseh dengan Pondok mengaku sudah cerita pada keduanya. Dan Jaka juga menceritakan pada bapaknya, Kuswanto dan ibunya Widya Winarti.

"Cerita anak saya sejak kemarin ya seperti itu berubah," ungkap Widya Winarti.

Terkuaknya peristiwa yang dialami Cindy dan Jaka ini menarik perhatian warga sekitar. Bahkan Kepala Kesbangpol Sujito juga turun ke rumah kedua korban di Desa Sukorejo Kecamatan Turi.

Sujito memerintahkan Sekcam Turi Nursalim untuk segera memberikan laporan resmi ke Bupati Fadeli. Sujito juga mengklarifikasi ke Kepala Sekolah SDN Sukorejo, Kasto. Namun kejadian ini tidak dilaporkan ke polisi, termasuk ke Polsek Turi.

Hingga kemarin (30/9), suasana di Desa Sukorejo masih ramai setelah kedua bocah warga RT 05 RW 02 dan RT 04 RW 01 Dukuhan Patihan ini menceritakan peristiwa yang dialami.

 

sumber : surya