Penggali Kubur di Lamongan Disambar Petir: 1 Meninggal, 3 Orang Luka Bakar

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Minggu, 18 November 2018 18:14 WIB

Ilustrasi

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Nasib nahas dialami empat penggali kubur di Lamongan karena tersambar petir, Sabtu (17/11) malam. Empat orang yang disambar petir itu merupakan warga Dusun Dampit, Desa Gempoltukmloko, Kecamatan Sarirejo, Lamongan.

Dari empat korban, satu di antaranya harus meregang nyawa, yakni bernama Khamim (40) bahkan. Sementara tiga orang rekannya, Muhammad Abas Salim (39), Hermanto (32), dan Paji (60), hanya mengalami luka bakar dan memar di beberapa bagian tubuh.

"Korbannya empat orang, satu meninggal," kata Kapolsek Sarirejo, AKP Gunawan kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (18/11) pagi.

Dikatakan Gunawan, saat itu keempat korban bersama warga Dampit lainnya sedang menggali liang kubur untuk memakamkan salah seorang warga yang meninggal, Sabtu (17/11) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Kebetulan saat itu turun hujan lebat disertai petir.

Karena hujan turun deras dan cukup lama, para penggali ini memutuskan untuk beristirahat sejenak dan berteduh di gubuk tempat penyimpanan keranda mayat, yang tidak jauh dari area pemakaman sambil menunggu hujan reda.

Namun nahas, gubuk yang mereka gunakan untuk berteduh saat itu, malah menjadi sasaran petir yang juga menyasar empat orang korban.

Melihat kejadian itu, warga lainnya yang selamat terperangah lantas membawa keempat korban ke puskesmas Dermolemahbang Sarirejo, untuk mendapatkan perawatan medis.

Tiga di antaranya luka bakar, sedang seorang tewas di lokasi kejadian. "Pak Khamim yang diketahui sudah meninggal dunia," kata Gunawan. Korban meninggal dibawa oleh pihak keluarga dan baru dimakamkan Minggu (18/11) tadi pagi.

Sementara Hermanto dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sedangkan  korban Muhammad Abas Salim tetap dirawat di Puskesmas Dermolemahbang Sarirejo, dan korban Paji diminta oleh pihak keluarga untuk dirawat di rumah.(qom/rev)