DPRD Jatim Minta Pemkot Surabaya Izinkan Persebaya Gunakan Stadion Gelora 10 November

Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Rabu, 12 September 2018 22:27 WIB

Bambang DH, Anggota Komisi A DPRD Jatim.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur berharap pemerintah kota Surabaya membuka kesempatan lagi bagi Persebaya Surabaya untuk menggunakan fasilitas Stadion 10 Nopember Tambaksari. Terutama untuk latihan klub yang berdiri sejak tahun 1927 tersebut.

"Persebaya kalau latihan terpaksa ke Sidoarjo. Padahal kalau mereka bisa latihan di lapangan Karanggayam atau Tambaksari pasti bisa membina fanatisme positif sehingga sebagian warga bukan hanya mendukung saat pertandingan, tetapi saat latihan juga bisa memberikan support. Kalau latihan saja susah, ya jangan harap Persebaya bisa bagus prestasinya," ujar Bambang DH ditemui usai paripurna di DPRD Jatim, Rabu (12/9).

Bambang DH yang juga politikus Fraksi asal PDI Perjuangan ini pun mempertanyakan sarana dan prasarana olahraga milik Kota Surabaya yang mubadzir apabila tidak bisa dimaksimalkan secara optimal oleh warga Surabaya.

"Kalau stadion Tambaksari rusak karena sering dipakai itu bukti berfungsi secara optimal. Tapi sebaliknya, jika rusak karena jarang dipakai, lalu pembangunan itu apa? Untuk pajangan saja?," tanya Bambang DH yang juga mantan Wali Kota Surabaya ini.

Karena itu pihaknya berharap, optimalisasi sarana dan prasarana olahraga itu untuk pengembangan prestasi atlet dan memberi ruang bagi anak-anak muda untuk sibuk berolahraga agar tidak mudah terjerumus pada tindakan melawan hukum seperti narkoba dan pergaulan bebas.

"Kalau pemerintah hanya memberi arahan dan menakut-nakuti supaya tidak terjerumus narkoba, saya kira itu kurang efektif. Harusnya anak-anak muda itu diberi ruang supaya punya kesibukan yang produktif seperti kemudahan menggunakan fasilitas olahraga milik Pemkot Surabaya," harapnya.

Bagi para atlet dan pelatih yang berprestasi, lanjut Bambang, mestinya Pemkot Surabaya juga memberikan insentif agar bisa memacu mereka supaya lebih berprestasi. "Walaupun nilainya jauh dari standar yang diharapkan, tapi insentif itu sangat berharga bagi para atlet dan pelatih," imbuhnya.

Anggota Komisi A DPRD Jatim yang membidangi Pemerintahan ini menambahkan, optimalisasi sarana dan prasarana olahraga milik Pemkot Surabaya bukan hanya berupa GOR Tambaksari Surabaya. Tetapi juga lapangan Hokkey, lapangan atletik TOR, dan lain sebagainya.

"Dulu saya punya mimpi saat memimpin Kota Surabaya di sekolah-sekolah yang lahannya luas bisa dibangunkan kolam renang, atau lapangan olahraga yang lain agar bibit-bibit atlet profesional dari Surabaya terus bermunculan," pungkas Bambang DH yang juga bacaleg asal Dapil 1 Surabaya - Sidoarjo ini. (mdr/rev)