Kakanwil Kemenag Jatim Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 1

Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yudi Arianto
Selasa, 28 Agustus 2018 13:57 WIB

Jemaah haji kloter 1 saat baru tiba di Bandara Juanda Sidoarjo. foto: PPIH Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur Drs H Syamsul Bahri, M.PdI menyambut kedatangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 1 Debarkasi Surabaya, Selasa (28/8) dini hari.

Kakanwil yang juga ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya itu mengucapkan rasa syukur atas tibanya jemaah haji asal Kabupaten Situbondo dari tanah suci itu dengan utuh.

"Saat berangkat mereka berjumlah 450 orang. Seluruhnya tiba di tanah air dengan selamat," ucapnya kepada wartawan usai menyambut kedatangan jemaah kloter 1.

Jemaah yang berjumlah 450 orang itu turun di Bandara Juanda, Sidoarjo menggunakan pesawat Saudia Arabian Airlines, nomor penerbangan SV 5110 sekitar pukul 01.00 WIB.

Selanjutnya jemaah haji menggunakan bus tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sekitar pukul 03.25 WIB, yang kemudian disambut oleh Kakanwil Kemenag Jatim.

Di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, jemaah haji menjalani proses keimigrasian yang memakan waktu sekitar 1 jam, sebelum kemudian dipulangkan ke daerah asal.

Syamsul menjelaskan, selain kloter 1, PPIH Debarkasi Surabaya juga menerima kedatangan jemaah haji kloter 2 asal Kabupaten Bondowoso dan kloter 3 asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Tiap jemaah mendapat jatah air zamzam masing-masing 5 liter yang telah dikemas dan disiapkan oleh petugas PPIH Debarkasi Surabaya," jelasnya.

Kemudian, barang bawaan jemaah tampak diantar terpisah menuju daerah asal menggunakan truk. Sedangkan jemaah haji pulang ke daerah asal menggunakan bus yang dikoordinir oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota terkait.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Informasi dan Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Markus, SPd MMPd menyatakan, jemaah juga diperbolehkan dijemput keluarganya menggunakan mobil pribadi di asrama haji.

"Kalau dijemput sendiri oleh keluarganya maka harus berkoordinasi dengan panitia daerah. Biar tidak dicari-cari kalau tidak ada di bus rombongan," tuturnya.

Markas mengingatkan supaya mobil pribadi penjemput harus diparkir di luar Asrama Haji Sukolilo serta tidak diperkenankan masuk.

"Kecuali yang emergensi dan atau telah mendapatkan persetujuan pihak keamanan dan atau PPIH," tandasnya.

Markus menambahkan, PPIH memfasilitasi penjemputan jemaah secara kolektif oleh KBIH untuk masuk ke asrama haji dengan kendaraan besar seperti bus dan sejenisnya.

"Pengaturan tersebut dimaksudkan untuk kelancaran proses penjemputan dan pemulangan para jemaah haji agar bisa segera berkumpul dengan keluarganya di rumah," pungkasnya. (ian/rd)