Terinspirasi Bus-bus di Jombang, Tukang Becak Banting Setir Jadi Pembuat Mainan

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rony Suhartomo
Jumat, 27 Juli 2018 20:48 WIB

Basunie saat membuat miniatur Bus dan truk di bengkel kayun depan rumahnya. Foto: RONY S/BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Dengan keahliannya membuat mainan, Mochamad Basunie (68) masih tampak cekatan memegang potongan kayu Wadang. Satu per satu kayu dipotong menjadi bagian kecil untuk membuat miniatur kendaraan. 

Ya, warga Dusun Subentoro Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang ini sudah 10 tahun membuat aneka mainan tradisional berbahan dasar kayu. Mulai dari truk, bus, excavator hingga kendaraan lain sesuai permintaan pembeli, Jumat (27/7/2018).

Awalnya, Basuni membeli potongan kayu jenis wadang dan jati. Potongan itu lalu dipotong kecil-kecil menyesuaikan desain dari miniatur yang akan dibuat. Langkah pertama untuk membuat miniatur dimulai dari bagian terkecil, mulai stang mobil, jok, roda, pintu hingga kerangka sebuah kendaraan. 

Dia memotong menggunakan gergaji dan bor untuk melubangi. Begitu bagian-bagian itu rampung, baru dilanjutkan ke tahap selanjutnya yakni digabungkan. 

”Untuk menggabungkan bagian kendaraan awalnya dipaku. Lalu direkatkan dengan lem kayu dan terakhir dengan lem yang kuat yaitu lem g,’’ ujar Basunie sembari membuat miniatur.

Bapak tujuh anak ini menerangkan, untuk membuat miniatur kendaraan truk paling kecil dengan panjang 62 centimeter dan lebar 28,5 centimeter membutuhkan waktu paling cepat tiga hari. Namun, untuk membuat miniatus bus atau truk dengan panjang 1,06 meter dengan lebar 28,5 centimeter membutuhkan waktu paling cepat 11 hari. 

Namun lamanya waktu itu bisa dipercepat dengan membuat bagian-bagian kecil dalam jumlah banyak terlebih dahulu. Sehingga, saat merangkai kendaraan tinggal memasang bagian yang dibutuhkan. 

”Untuk membuat satu kendaraan membutuhkan enam lem g, paku di setiap bagian dan juga cat kayu,’’ terangnya.

Pembeli Hingga Luar Pulau

Hasil tingkat detail miniatur buatan Basunie, jangan ditawar. Sebab, mulai dari as roda hingga stang mobil, kursi penumpung semuanya hampir mirip dengan aslinya. Bahkan, dia memberi polesan cat bertuliskan merek-merek bus yang beroperasi di Jombang. 

"Misalnya, Harapan Jaya, Eka, Sumber Selamat, Lorena dan lain-lain. Itu dibuat untuk menambah nilai jual agar mirip aslinya," ungkapnya.

Dalam membuat miniatur itu, Basunie dibantu empat orang anaknya dan istrinya, Sofa (65). Untuk harga, dia menjual sesuai ukuran. Misalnya ukuran paling kecil panjang 62 centimeter dan lebar 28,5 centimeter dijual dengan harga Rp 150-350 ribu tergantung kerumitan. Untuk miniatur kendaraan berukuran jumbo harganya bisa mencapai Rp 1,4 juta.

Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang kayu ini mengaku terinsipirasi dari bus-bus yang lewat kala dia menarik becak beberapa tahun silam. Merasa tak ada yang membikin miniatur itu di Jombang, dia mencoba dengan bahan dasar kayu. 

”Akhirnya, kok banyak pembeli lalu saya lanjutkan sampai sekarang,’’ papar dia.

Sejak memulai usahanya pada 2008 silam, kini pemasarannya tembus sampai luar kota. Bahkan, ada yang pesan dari Bali. ”Awalnya saya jual sendiri, namun sekarang sudah mulai dikenal. Pemesannya ada yang dari Pasuruan, Kediri, Malang hingga Bali,’’ pungkasnya. (ony/ian)