Embarkasi Surabaya Amankan Ratusan Rokok dari Koper JCH Kloter 13

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Jumat, 20 Juli 2018 21:36 WIB

Lima karung besar yang berisi berbagai merek rokok sebanyak ratusan slop yang berhasil disita petugas AHES dari Kloter 13 asal Pamekasan. foto: YUDI A/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menyita ratusan slop rokok berbagai merek, Jumat (20/7) sore. Hal itu terjadi saat petugas sedang melakukan pemeriksaan terhadap koper jemaah calon haji (JCH) Kloter 13 asal Kabupaten Pamekasan yang masuk di asrama pada pukul 11.00 WIB tadi.

Pemeriksaan yang dilakukan di Hall Mina Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) itu, petugas menyisihkan 91 koper yang dicurigai terdapat barang-barang yang dilarang untuk dibawa ke tanah suci. Dari hasil pemeriksaan yang berlansung selama 4 jam ini, petugas menahan 472 slop rokok dengan berbagai macam merek.

Untuk mengelabuhi petugas agar rokok yang dibawanya tidak diketahui, Asmoni, salah satu JCH asal Pamekasan ini memasukkan 15 slop rokok bersama beras ke dalam jerigen besar kapasitas 30 liter, lalu dijahit dan dilakban.

Sebagian besar CJH mengaku kalau rokok yang mereka bawa merupakan titipan orang untuk saudaranya yang bekerja di Arab Saudi.

Bahrudin, pemilik koper yang lain menuturkan kalau ia sengaja membawa rokok sebagai oleh oleh untuk teman-temannya yang bermukim di Arab Saudi.

(Petugas saat berusaha memotong jahitan pada bagian bawah jerigen)

Sementara dari hasil pemeriksaan, 11 koper dari Kloter 12 asal Kabupaten Pamekasan yang datang bersamaan dengan Kloter 13, petugas berhasil menahan 52 slop rokok, 20 pak jamu-jamuan, serta 1 pak obat merapatkan organ kewanitaan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Informasi Haji Bidang PHU Sutarno menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait barang bawaan saat manasik haji sudah jauh-jauh hari.

"Kita telah sosialisasikan hal ini sampai 6 kali di KUA dan 2 kali di Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota terkait barang bawaan. Tapi tetap saja ada yang membawanya," keluh Sutarno.

Masih banyaknya jumlah pembawa rokok ini, menurut Sutarno karena setiap tahun jemaah haji berasal dari berbagai daerah yang memiliki karakter dan latar belakang yang beraneka ragam. Rokok yang ditahan ini, lanjutnya, akan dibawa oleh petugas haji daerah dan dapat diambil oleh yang bersangkutan pada kantor Kementerian Agama kabupaten/kota setempat. (ian/rev)