Kiai Afifuddin Minta Relawan Khofifah-Emil Tawadlu’ dan Tidak Tasyakuran

Editor: MMA
Wartawan: -
Selasa, 03 Juli 2018 19:08 WIB

KH Afifuddin Muhajir. Foto: istimewa/bangsaonline.com

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - KH Afifuddin Muhajir menghimbau agar para relawan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak tidak euforia. Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur itu minta agar para relawan tak menggelar tasyakuran secara berlebihan.

”Kalau mau tasyakuran nanti setelah 5 tahun Bu Khofifah sukses (mimpin Jatim),” kata Kiai Afifuddin Muhajir kepada bangsaonline.com usai ziarah ke pasarean Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari, KHA Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur.

Pasangan Khofifah-Emil menang telak atas lawannya, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno Putri. Kiai Afifuddin merupakan salah satu kiai barisan Relawan Kiai-Santri pemenangan Khofifah-Emil yang dipimpin Ir KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan Dr KH Asep Saifuddin Chalim. Kiai Afifuddin sangat gigih memenangkan Khofifah-Emil.

Menurut Kiai Afifuddin, kemenangan itu memiliki dua dimensi.

“Pertama, ia sebagai nikmat, karena dengan kemenangan ini kita punya ruang lebih luas untuk berjuang memperbaiki keadaan, menunaikan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar dan seterusnya,” ungkap mantan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU itu.

“Dari sudut pandang ini kita patut bersyukur tapi dengan cara tidak menyinggung perasaan pihak lain yang mereka mungkin sedang galau. Karena pada hakikatnya syukur adalah menggunakan nikmat Allah sesuai dengan peruntukannya,” tegasnya.

Kedua, kata Kiai Afifuddin, kemenangan itu sebagai amanat. “Kalau tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya akan berubah menjadi khianat,” kata mantan Wakil Katib Syuriah PBNU itu.

Ia mengutip ayat al-Quran yang artinya: Mereka berkata (kepada Qarun): janganlah kamu bergembira karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang bergembira. Kiai Afifuddin kemudian juga mengutip ayat yang artinya: Katakanlah: hendaknyamereka bergembira atas karunia dan nikmat Allah. Karena itu ia mengingatkan agar memahami kemenangan itu sebagai amanat.

“Semoga kita mampu menyempurnakan kemenangan ini dengan sikap tawadlu’ dan rendah hati,” katanya. (MMA)