Pasca Pilgub, RGS Ajak Pendukung Khofifah dan Gus Ipul Jaga Persaudaraan

Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Sabtu, 30 Juni 2018 15:50 WIB

H. M. Khozin Ma'sum (berkacamata) foto bersama para relawan.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Relawan Gerakan Sosial (RGS) sebagai salah satu elemen pendukung Khofifah-Emil mengajak masyarakat Jawa Timur kembali bersatu usai digelarnya Pilgub Jatim. Ajakan ini disampaikan pendiri RGS H. M. Khozin Ma'sum kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (30/6/2018).

"RGS mengajak semua pihak untuk menjaga kekompakan dan persaudaraan pasca Pilgub Jatim. Menang-kalah dalam sebuah Pilkada adalah hal wajar dalam sebuah Pilkada, namun hal ini jangan sampai membuat persaudaraan jadi tercerai berai," ujarnya.

Abah Khozin mengaku maklum dengan upaya pendukung Gus Ipul-Puti yang akan melakukan pencarian data terkait penyebab kekalahan jago mereka.

"Ada yang menyatakan kekalahan Gus Ipul-Puti karena faktor sosok figur, dan bahkan ada yang menengarai kekalahan Gus Ipul-Puti karena adanya campur tangan penguasa. Anggapan seperti itu kalau benar adanya sah-sah saja, dan saya sebagai relawan Khofifah-Emil memakluminya," papar Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Kerjasama Ulama dan Pondok Pesantren Indonesia (DPP Bakuppi) ini.

"Namun demikian, saya berharap kepada semua pihak, baik pro Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti harus bisa memaknai bahwa Pilgub adalah pertarungan. Dan, sudah menjadi hukum alam kalau pertarungan itu ada yang kalah dan menang," tandasnya.

"Bagi yang menang jelas senang dan gembira. Namun, bagi yang kalah pasti sedih dan kecewa. Itu sudah biasa. Saya meminta agar calon maupun pendukung yang kalah dan menang tidak terus larut dalam situasi itu," sambungnya.

"Untuk itu, RGS mengajak semua pihak, baik pendukung Khofifah-Emil atau Gus Ipul-Puti agar tetap bisa saling menjaga persaudaraan. Inilah hakikat kehidupan di dunia, semuanya tidak ada yang kekal dan abadi. Semuanya berubah-ubah, bergantian regenerasi. Jadi marilah kita menyadari itu semua untuk songsong masa depan Jawa Timur," pungkas pengusaha asal Manyar ini. (hud/rev)