​Hitung Cepat KPU, Khofifah Unggul atas Gus Ipul

Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Kamis, 28 Juni 2018 21:34 WIB

Sistem penghitungan cepat (Situng) KPU Jatim posisi Khofifah Emil unggul atas Gus Ipul-Puti. Foto : DIDI R/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Setelah unggul hasil hitung cepat (Quick Count) dari berbagai lembaga survei, pasangan Khofifah-Emil juga unggul dalam hasil hitung cepat Situng atau sistem penghitungan cepat KPU yang berbasis data C1.

Hasil penghitungan cepat Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur mencatatkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak unggul atas paslon nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur.

Hasilnya tidak jauh beda dengan quick count sejumlah lembaga survei, yakni 53,72 persen untuk Khofifah-Emil dan 46,28 untuk Saifullah Yusuf-Puti Guntur.

Komisioner KPU Jatim, Muhammad Arbayanto menjelaskan, selain rekapitulasi manual, KPU menerapkan penghitungan cepat bernama sistem informasi penghitungan atau situng yang bisa diakses secara online.

"Penghitungan situng KPU berdasarkan scan Formulir C dan C1 dari 67644 TPS," kata alumni HMI itu, Kamis (28/6).

Sampai Kamis petang, terang Arbayanto, sudah sekira 74,43 persen data scan C dan C1 yang masuk dari 50349 TPS se-Jatim. Bahkan, ada delapan kabupaten/kota yang data hasil pemungutan suaranya sudah masuk seratus persen. Dia membenarkan sementara ini Khofifah ungguh atas Gus Ipul versi situng.

Kendati begitu, Arbayanto mengatakan bahwa KPU tetap berpegang pada rekapitulasi hasil penghitungan suara secara manual. Saat ini, proses rekapitulasi berjalan di tingkat kecamatan sampai 3 Juli nanti, lalu rekapitulasi tingkat kabupaten/kota mulai tanggal 4 sampai 6 Juli 2018.

"Selanjutnya rekapitulasi tingkat provinsi mulai tanggal 7 sampai tanggal 9 Juli. Nah, dalam proses rekapitulasi berjenjang ini mungkin saja ada perbaikan-perbaikan di formulir C atau C1. Artinya bisa saja ada salah hitung, salah tulis. Tetapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, presisi kesalahan tidak jauh, tidak sampai satu persen," tutur pria asal Malang itu. (mdr/rev)