Pesanan Bumbu Racikan Milik Hj. Mahmuda Naik Dratis

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Jumat, 08 Juni 2018 01:15 WIB

Hj Mahnunah menunjukkan bumbu yang siap dikirim.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Di bulan Ramadan ini dan jelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri, pesanan bumbu siap masak produk Hj. Mahmudah dan Hj. Mahnunah warga Putat Tanggulangin meningkat drastis.

Order masuk ke usaha dua bersaudara Bumbu Masak Mahmudah atau Bumbu Masak Mahnunah (BMM) itu tak hanya datang dari dalam kota saja. Melainkan permintaan dari luar kota juga meningkat tajam.

Pesanan itu meliputi meliputi 16 aneka macam bumbu siap masak yang tersedia. Setiap harinya sampai menghabiskan bahan baku lebih dari 1 ton.

Mulai bumbu rawon, soto, lodeh, bali, kare, krengsengan, sambel goreng, rendang, gule, rujak, panggang ayam, opor, mie dan nasi goreng. Semua racikannya diminati para pelanggan.

"Pemesanan yang banyak jenis bumbu siap masak soto, rawon, bali dan lodeh. Kebanyakan pemesanan masuk untuk persiapan hidangan berbuka puasa," kata Hj Mahnunah Kamis (7/6).

Bumbu siap masak yang dijual, harganya juga tidak mahal. Dari kemasan plastik ukuran 50 gram, harganya tidak lebih dari Rp 15 ribu. Ada juga pemesanan yang melebihi ukuran kemasan plastik umumnya yang dijual. Mulai isi 250 gram sampai 1 kilogram.

"Pesanan itu masuk ada yang dari perorang dan juga toko-toko bumbu. Kami siap melayani pesanan berisi berapapun dan harganya kami sesuaikan. Dan harganya pun tidak mahal," imbuhnya dengan senyum.

Ia menjelaskan pesanan yang menumpuk di bulan Ramadan seperti ini kebanyakan karena kalangan pekerja dan lainnya yang tidak sempat memasak untuk keluarga. Dengan bumbu siap masak ini, pelanggan tidak perlu repot untuk meracik bumbu.

"Hanya modal air panas dan lainnya, bumbu dituangkan sesuai takaran yang ada, dan masakan yang diinginkan siap disajikan," terangnya menambahkan.

Mahnunah menjelaskan, dalam berbisnis bumbu siap masak, ia bersama saudaranya niatannya tulus. Tidak mengambil untung yang besar supaya pelanggan tetap setia. Dalam pengolahan bumbu, tenaga kerjanya berasal dari warga desa setempat.

Tetangga yang kelihatan menganggur atau belum dapat kerjaan, dirangkul diajak kerja semampu waktu yang ada. Tidak harian, kerja tempo jam juga ada.

"Semua kami niati menjadi pelaku usaha yang baik, merekrut tenaga tujuan baik untuk kebaikan semuanya. Baik untuk saya maupun yang kerja di usaha saya," terang Mahnunah.

Disinggung pesanan asal pelanggan pada bumbu racikannya itu, dia menyebutkan kini sudah sampai banyak kota luar Sidoarjo. Selain Sidoarjo pesanan juga datang dari Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Gresik, Jombang dan Malang. "Pesanan semuanya bersedia mengambil sendiri di sini," pungkas Mahnunah. (cat/rev)