Komisi B Dorong Pengembangan Mangga Alpukat Khas Pasuruan

Wartawan: M Didi Rosadi
Kamis, 16 November 2017 23:47 WIB

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mangga alpukat atau mangga gadung Klonal 21 khas Pasuruan belakangan ini menjadi trending topic di media sosial (medsos). Produk hortikultura unggulan Kabupaten yang dipimpin Irsyad Yusuf tersebut kini menjadi buruan para penikmat buah, baik yang berasal dari Kabupaten Pasuruan maupun hingga luar Jawa Timur. Tokoh nasional sekaliber Muhaimin Iskandar, Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf pun menyampatkan diri datang ke Kecamatan Rembang untuk menikmat mangga fenomenal itu.

Aida Fitriati, Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur memberi perhatian khusus kepada tren mangga alpukat khas Pasuruan tersebut. Menurut anggota Dewan asal daerah pemilihan Pasuruan dan Probolinggo itu, keberhasilan petani mengembangkan varietas unggul mangga gadung itu menjadi berkah bagi petani dan juga daerah Pasuruan, khususnya Kecamatan Rembang.

“Fenomena mangga alpukat ini memang luar biasa dan patut disyukuri. Mangga ini selain manis, tekstur buahnya juga lembut. Cara makannya pun unik tak perlu dikupas, cukup dibelah dua kemudian diputar dan dimakan menggunakan sendok,” tutur politisi PKB yang akrab disapa Neng Fitri ini, Kamis (16/11).

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pasuruan ini mengungkapkan saat ini di Kecamatan Rembang ada sekitar 4000 hektar lahan mangga alpukat. Dirinya berharap lahan itu bisa diperluas hingga ke kecamatan lain di luar Rembang seperti Grati dan Sukorejo.

Menurut Wakil Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jatim ini, keberadaan mangga alpukat ini juga mengangkat citra Kecamatan Rembang yang semula di luar lebih dikenal dengan praktek kawin siri dan kawin kontrak. Perlahan-lahan kesan itu hilang dengan adanya fenomena mangga alpukat.

“Keberadaan mangga alpukat ini menjadi berkah bagi Kecamatan Rembang. Daerah yang terkenal tandus dan punya kesan negatif, alhamdulillah perlahan-lahan kesan negatif itu hilang oleh fenomena mangga alpukat ini,” ujar cucu KH. Wahab Chasbulloh tersebut.

Aida Fitriati menilai mangga alpukat ini sudah menjadi ikon Kabupaten Pasuruan dan menjadi oleh-oleh wajib bila berkunjung ke Pasuruan. Karena itu Kecamatan Rembang saat ini menjadi destinasi wisata baru, terutama wisata buah petik. Kondisi itu tentunya berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar, tak hanya Gapoktan pemilik lahan tapi juga masyarakat sekitar.

Karena itu, dirinya mendorong dikembangkan desa wisata di sekitar lahan mangga alpukat, dengan begitu pengelolaannya bisa lebih terintegrasi dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga desa sekitar. Ia mencontohkan, warga bisa membuat warung makan. Sementara para pemuda bisa mengelola parkir kendaraan para wisatawan.

“Saya kira bisa dibentuk semacam desa wisata untuk mengelola potensi yang ada di sekitar lahan buah mangga alpukat. Dengan begitu ada pemasukan bagi warga sekitar dan sumber pendapatan asli (PAD) baru bagi Pemkab Pasuruan,” imbuh Neng Fitri.

Politisi perempuan berparas cantik ini mengakui mangga alpukat ini sudah dilirik oleh pasar nasional, bahkan internasional. "Untuk bulan ini saja saya mendapat informasi dari salah satu ketua Gapoktan ada pesanan 6 ton mangga alpukat untuk acara pesta mangga di Mangga Dua, Jakarta," ujarnya.

"Fakta ini membuktikan, kualitas mangga alpukat ini sudah diakui oleh masyarakat umum. Bahkan saya dengar juga sudah ada niat dari pengusaha lokal untuk mengekspor mangga alpukat ini ke Amerika karena video tentang manggal alpukat ini telah viral dan ditonton oleh warga Amerika".

“Saya berharap Pemprov Jatim membantu proses pemasaran mangga ini agar bisa menembus pasar internasional,” pungkas perempuan berkerudung ini. (mdr/rev)