Muncul Pamflet Buka Lowongan Wanita untuk Budak Seks Pejihad ISIS

Jumat, 08 Agustus 2014 16:19 WIB

Pamflet ISIS yang beredar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. ©2014/Merdeka.com/Wahid Chandra Daulay


Jakarta(bangsaonline)Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan ada upaya jahat yang disebarkan oleh kelompok Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS) di Indonesia. Salah satunya yang terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

"Upaya itu terang-terangan dilakukan oleh ISIS di lingkungan UIN antara lain dengan disebarkannya lowongan budak seks pemuas birahi bagi para jihadis ISIS agar bersemangat memerangi kafir," ujarnya.

Dia juga membeberkan ada sebuah pamflet yang disebar agar 'ukhti' yang melamar pemuas seks kelompok jihadis bisa menghubungi sekretariat ISIS Indonesia di Masjid Fathullah UIN Jakarta.

"Dalam pamflet ini disebutkan agar 'ukhti' yang mau melamar pemuas seks kelompok jihadis bisa menghubungi sekretariat ISIS Indonesia di Masjid Fathullah UIN Jakarta," bebernya.

Namun menurut peneliti terorisme Universitas Indonesia Ridlwan Habib, selebaran itu merupakan propaganda yang menyesatkan.

"Tidak ada jihad seks di Suriah. Apalagi mobilisasi wanita muslimah seperti publikasi itu," kata Ridlwan.

Menurut alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI itu tidak ada satu pun ajaran 'jihad seks' dalam Islam. "Kalaupun ada selebaran itu, justru bisa menjadi bukti untuk melaporkan ke aparat hukum,karena merupakan hasutan jahat,"katanya.

Pihak UIN bisa melacak siapa yang membuat selebaran itu. Misalnya nomer telepon atau nama contact person di selebaran itu.

"Saya tidak yakin kelompok pro ISIS atau pro Daulah Islamiyah itu yang membuat. Mungkin fihak lain untuk tujuan fitnah," katanya.

Sementara Polri akan terus mencegah gerakan ISIS menyebar ke penjuru Indonesia. Terlebih setelah presiden menyatakan menolak gerakan ISIS, Kapolri langsung memberikan instruksi agar para Kapolda dapat dengan tegas langsung menindak pengikut kelompok tersebut.

"Kita lakukan langkah taktis dan teknis untuk mencegah sekaligus melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap apapun yang terafiliasi melakukan pelanggaran hukum ISIS ini," kata Kapolri Jenderal Pol Sutarman di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/8).

Kapolri menyatakan dengan tegas akan membubarkan semua kegiatan yang berkaitan dengan gerakan ISIS.

"Ditolak, tidak hanya dibubarkan. Ditolak, jadi enggak boleh," sambung dia.

Pergerakan ISIS kini terus menjamur di Indonesia, yang teranyar ISIS diduga sudah masuk ke perguruan tinggi salah satunya UIN. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah menetapkan gerakan radikal ini sebagai gerakan haram dan tidak berperikemanusiaan.

 

sumber : merdeka.com