MUI Anggap Stres, Srikandi Gerindra Ralat Prabowo Titisan Allah

Editor: m mas'ud adnan
Kamis, 07 Agustus 2014 13:11 WIB

Ketua Umum Srikandi Gerindra Nurcahya Tandang bersama Prabowo Subianto


Jakarta(bangsaonline)Ketua Umum Srikandi Gerindra Nurcahaya Tandang meminta maaf atas ucapannya yang menyebut Prabowo Subianto titisan Allah. Politisi Gerindra itu mengaku keseleo lidah karena seharusnya dia menyebut kata 'titipan' bukan 'titisan'.

"Saya minta maaf kepada publik yang salah paham dengan kata-kata saya. Yang benar itu titipan, bukan titisan," ujar Nurcahaya dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (7/8/2014).

Nurcahaya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang mengoreksi ucapannya yang tersiar luas di Youtube. Perempuan yang mengaku sebagai dosen intelijen strategis di BIN ini menganggap koreksi itu sebagai bentuk kepedulian.

Perempuan asal Makassar yang tinggal di Jakarta ini menilai wajar ucapannya dihujat banyak orang. Dia menduga pihak-pihak tersebut sebagai orang yang tidak senang dengan Prabowo.

"Yang tidak senang pada Pak Prabowo menyerang saya. Saya kan pendukung dan jurkam Pak Prabowo," kata perempuan yang bersuamikan purnawirawan mayor jenderal ini.

Nurcahaya mengaku kaget dengan orasinya yang mendadak tenar di media sosial. Saudaranya di luar negeri bahkan memberi tahu dirinya.

"Saya nggak tahu. Tahu-tahu sudah ramai seperti itu. Anak saya bilang, itu ramai di seluruh Indonesia. Saudara saya di luar negeri lihat semua. Tapi nggak apa-apa, itu wajar," ucap calon doktor dari UGM ini.

Nurcahaya mendadak tenar karena ucapannya yang menyebut Prabowo sebagai titisan Allah di video yang diunggah di Youtube. Saat itu dia tengah berorasi di Rumah Polonia - markas pemenangan Prabowo-Hatta -- saat halalbihalal. Nurcahaya menggebu-gebu berorasi, termasuk dengan menyebut, "Ini jihad fisabilillah, bukan cuma jihad nasionalisme. Kami mendukung visi besar Prabowo sebagai titisan Allah SWT."

Nurcahya pada Pileg 2014 tercatat sebagai caleg Daerah Pemilihan Banten III. Dia lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, 6 April 1964. Dia menempuh pendidikan sarjana di dua universitas berbeda, yakni Ilmu HI Fisip Unhas dan Ilmu Hukum FH UMI Makassar. Pendidikan master dan doktoralnya ditempuh di Ilmu Politik di UGM.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi saran soal video YouTube dari Nurcahaya yang beredar dan menyebut Prabowo titisan Allah. MUI menyarankan sebaiknya video itu dihapus.

"Kalau Dianggap bahaya sebaiknya dihapus," kata Ketua Bidang Informasi Komunikasi MUI Sinansari Ecip di Kantor KPI di Gedung Bapeten, Jl Gajah Mada, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Sinansari juga menyoroti pihak yang mengupload video itu. Dia menyarankan sebaiknya bila ada tayangan seperti itu tak usah diunggah karena bisa memancing keriuhan terkait agama.

"Harus hati-hati karena dibaca orang jangan menyinggung dan buat orang lain marah. Kalau ribut kan kacau negeri," terang dia.

Muslich Mustoha, pengurus MUI yang lain bahkan menganggap Nurcahya stres. "Ah nggak itu berlebihan, orang-orang pada stres," kata pengurus MUI Muslich Mustoha di TIM, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Imam Masjid Istiqlal, KH Mustofa Ali Yakub juga berpendepat serupa. Dia menilai apa yang disampaikan pendukung soal Prabowo titisan Allah itu berlebihan.

"Itu berlebihan, kan cuma di YouTube itu berlebihan," tutup kata Mustofa yang alumnus Pesantren Tebuireng Jombang itu.

 

sumber : detik.com/foto:detik.com