Din Syamsuddin Anggap ISIS Bertentangan dengan Ajaran Islam

Editor: m mas'ud adnan
Senin, 04 Agustus 2014 15:48 WIB

Jakarta(bangsaonline)Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta masyarakat muslim Indonesia untuk mewaspadai kelompok sektarian radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kelompok ini dinilai tidak sesuai dengan kaidah Islam.

"ISIS menempuh cara-cara kekerasan, memaksakan kehendak, mengancam/meneror, dan membunuh orang yang tidak berdosa," kata Din dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/8/2014).

Selain itu, kelompok dengan ciri tutup muka hitam ini juga menghancurkan tempat-tempat yang dianggap suci.

"Cara yang mereka tempuh bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Tidak ada contoh dari perjuangan Nabi Muhammad SAW," ujar Din.

"Oleh karena itu umat Islam sedunia harus menolaknya dan menyadarkan mereka agar kembali ke jalan yang benar," imbuhnya.

Ketua Umum Muhammadiyah ini juga menyerukan agar muslim Indonesia tidak terpedaya hasutan kelompok ini yang mengajak berjihad untuk membentuk nagara Islam.

"Kepada umat Islam Indonesia agar mewaspadai dan tidak terpengaruh dengan agitasi-agitasi ISIS yang dapat merusak suasana dan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang cukup kondusif bagi izzul Islam wal Muslimin," imbau Din.

Sebelumnya diberitakan bahwa deklarasi yang dilakukan pucuk pimpinan tinggi Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir (ABB) yang mendukung Islamic State of Iraq and Syam (ISIS) berbuntut pada perpecahan kelompok tersebut. Sebagian besar memilih meninggalkan JAT dan sebagian kecil lainnya memilih bertahan di kelompok yang didirikan ABB tersebut.

"Anak muda suka euforia yang high issue, mereka tidak mau melihat dengan jernih dan informasi dari pihak lain (terkait ke-khilafahan)," kata orang nomor dua di JAT, Ustadz Muhammad Achwan, Sabtu (2/8/2014).

Ustadz Achwan yang merupakan representasi ABB di luar penjara. Ia merupakan satu dari sederet pimpinan JAT yang memilih tidak mendeklarasikan dan memberi dukungan untuk ISIS. "Hampir seluruh JAT wilayah tidak bergabung dengan langkah Ustadz ABB, yang bergabung juga sedikit sekali ada satu-dua saja," ujarnya.

Menurut dia, sebelum ABB mendeklarasikan dan mendukung ISIS, pihaknya sudah beberapa kali bertemu dan memberikan pandangan mengenai persoalan ini. "Hampir tiga bulan kami terus memberi masukan kepada ustadz (ABB) dan kami meminta beliau tidak terburu-buru, serta memilih untuk netral saja," kata Achwan.

Meski Achwan merupakan pimpinan tinggi JAT, dia tidak berhak untuk memaksakan anggotanya untuk mendukung atau tidak gerakan ISIS itu. "Biar mereka yang menimbang sendiri," kata Achwan.

Achwan kembali menegaskan bila dari ribuan anggota JAT yang terdaftar tidak banyak yang mendukung ISIS. Bahkan dia menampik bila ada yang mengatasnamakan JAT dan mengklaim mendukung ISIS hingga ribuan orang.

"Itu tidak benar, saya tahu kondisinya seperti apa," ujarnya.

 

sumber : detik.com/foto: okezone.com