Tentukan Syawal, Kemenag Jatim Pantau Hilal di 28 Titik

Editor: rosihan c anwar
Wartawan: nur faishal
Rabu, 23 Juli 2014 22:26 WIB

Kepala Kemenag Jatim Mahfudh Shodar saat memberikan keterangan pers. Foto:nur faishal/BANGSAONLINE

SURABAYA (bangsaonline) – Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur sudah membentuk tim untuk memantau anak bulan (rukyatul hilal) guna menentukan 1 Syawal 1436 hijriah. Tim akan disebar di 28 titik strategis di Jatim.

Kepala Kemenag Jatim Mahfudh Shodar mengatakan, rukyatul hilal akan dilaksanakan secara serentak pada Minggu (27/7), dengan melibatkan seluruh kantor Kemenag kabupaten/kota di Jatim. ”Kami juga berkoordinasi dengan Pengadilan Tinggi Agama, Pengadilan Agama, dan ahli dari perguruan tinggi dan ormas,” tandasnya, Rabu (23/7).

28 titik lokasi pemantauan itu, lanjut Mahfudh, di antaranya di Pantai Sunan Drajat/Tanjung Kodok Paciran Lamongan, Pantai Awar-awar Tuban, Pelabuhan PT Semen Gresik, Menara Masjid Agung Surabaya, Helipad Auri Ngliyep Kabupaten Malang, Pantai Kalisangka Kangean Sumenep, Pantai Gebang Bangkalan.


Kabid Urais dan Binsyar Ach Faridul Ilmi menambahkan, ada empat lokasi pemantauan strategis yang akan disanggongi tim monitoring dari Kemenag Jatim. Yakni Pantai Gebang Bangkalan, Bukit Condrodipo Gresik, Tanjung Kodok Lamongan, dan Pantai Kalbut Situbondo. Selain itu, tim Kementeran Komunikasi dan Informasi RI bersama tim observatorium boscha juga akan melakukan montorin di tiga lokasi.

Faridul memaparkan, saat dipantau, diperkirakan posisi hilal berada di ketinggian 3 derajat. Bila benar demikian, kata dia, kemungkinan besar 1 Syawal 1435 hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 28 Juli 2014. ”Perayaan Idul Fitri dimungkinkan bersamaan,” tandasnya. ”Tapi kalau pada Minggu belum terlihat (bulan), maka puasa digenapkan menjadi 30 hari,” imbuhnya.