Tunjangan Guru Ngaji Salah Sasaran Lagi, Dulu Maling Terdata, Sekarang Malah Berstatus PNS

Kamis, 12 Januari 2017 23:01 WIB

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Ketua Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim), Moh. Tamsul, SE, menemukan data penerima dana bantuan tunjangan guru ngaji, ternyata masih belum tepat sasaran. Ternyata ada lima orang guru ngaji berstatus PNS.

Tahun 2015 lalu, data penerima tunjangan guru mengaji yang didata Dinas Sosial tenyata didapati bukan seorang ustadz melainkan seorang maling. "Eh, kok tahun 2016 salah sasaran lagi, malah PNS," ungkap Tamsul.

Jaka Jatim meminta Dinas Sosial Kabupaten Sampang untuk mendata dan memverifikasi ulang, agar datanya tidak amburadul dan tepat sasaran.

Akibat temuan oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) ini, tunjangan guru ngaji untuk yang berstatus PNS, harus dibatalkan dan anggaran yang sudah disiapkan ditahan untuk dikembalikan ke Kasda.

"Validasi data sangat penting untuk diutamakan agar program ini tepat guna dan tepat sasaran. Sehingga betul-betul bermanfaat bagi yang berhak dan yang membutuhkan," tegasnya. (hri/ros)