Bupati Jombang Butuh Pihak Ketiga untuk Kembangkan Potensi Wisata

Rabu, 04 Januari 2017 18:17 WIB

Inilah bangunan Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy'ari yang masih dalam tahap penyelesaian. foto: romza/ bangsaonline.com

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko merencanakan pengembangan potensi wisata di wilayahnya. Untuk itu, Bupati Nyono mengaku membutuhkan pihak ketiga untuk pengembangan dan pengelolaan wisata tersebut.

Di Kabupaten Jombang terdapat dua potensi wisata, yakni religi dan alam. Wisata religi seperti Kawasan Makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari (MINHA) di Tebuireng dan makam Sayyid Sulaiman di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung. Sementara wisata alam di antaranya air terjun Pengajaran dan gua sigala-gala di Kecamatan Wonosalam.

“Untuk mengembangkan kawasan wisata seperti di Wonosalam, kita membutuhkan pihak ketiga (investor). Kalau tidak begitu, tidak bisa wisata kita menarik perhatian wisatawan asing,” ujar Bupati Nyono usai pelantikan ratusan pejabat di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Banjardowo, Selasa (3/1).

Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan pihaknya untuk mengembangkan potensi di Wonosalam dengan membangun infrastruktur jalan. “Pelebaran jalan sudah kita lakukan meskipun masih belum maksimal karena tergantung kemampuan APBD,” lanjutnya.

Nyono menginginkan Wonosalam bisa seperti di Kota Wisata Batu atau Pasuruan yang bisa mengembangkan kekayaan alam. “Karena di Wonosalam terdapat beberapa potensi alam yang bisa dikembangkan. Kita sudah tawarkan kepada pihak ketiga supaya Wonosalam bisa menjadi kota wisata,” bebernya.

Di samping itu, saat ini sudah ada potensi wisata religi makam Gus Dur dan MINHA di kota santri yang perlu dikembangkan. “Kami sudah tuntas menyediakan lahan untuk kawasan makam Gus Dur. Selanjutnya, ada tanggungjawab Pemprov dan Pusat komitmennya seperti apa ke depan. Kita masih menunggu untuk pengembangan kawasan wisata makam Gus Dur dan MINHA,” pungkas Nyono. (rom/rev)