Tanya-Jawab Islam: Hukum Melepas Tabung Oksigen Karena Sudah Hadapi Sekarat

Editor: abdurrahman ubaidah
Sabtu, 05 November 2016 12:05 WIB

DR KH Imam Ghazali Said MA

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Ketika seseorang sudah sekarat (tidak sadar) kemudian dokter berkata, "kehidupannya atas izin Allah dan hanya bergantung pada alat oksigen yang terpasang." tetapi pihak keluarga dengan ikhlas mengakhiri hidup pasien dengan membawa pulang setelah melepas alat ogsigen yg terpasang. Pertanyaannya "bagaimna tindakan orang tersebut"? Sebelumnya terima kasih. (Akhmad, Surabaya).

Jawab:

Sebuah keniscayaan bahwa seorang hamba terkadang diberikan penyakit sebagai bentuk cobaan yang diberikan kepada hambanya. Hal ini tidak lain untuk menguji seorang hamba agar menjadi insan yang lebih bertaqwa di sisi Allah. Kehidupan dan kematian juga diciptakan oleh Allah untuk menguji hamba-hambanya> Allah berfirman :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ )

“Dialah Zat yang menciptakan kehidupan dan kematian, untuk memberikan ujian pada kalian, yang mana di antara kalian yang amalnya paling baik”. (Qs. Al-Mulk:2)

Maka, perlu diingat bahwa kehidupan, kematian dan kesehatan dan masa sakit itu juga kategori bentuk-bentuk ujian agar Allah mengangkat derajat hambanya. Oleh sebab itu, orang Arab ketika mendapat berita ada saudaranya yang ditimpa musibah sakit, mereka mengungkapkan kata, “Kafarat Insya Allah!”.

Ini mempunyai arti semoga Allah menghapuskan dosa-dosanya karena sakit itu. Hal ini senada dengan hadis laporan Ibnu Abbas, bahwa Rasul saw ketika mengunjungi orang sakit selalu berdoa :

لا بَأْسَ طَهُورٌ إنْ شَاءَ اللهُ

“Tidak apa apa, Suci Insya Allah”. (Hr. Bukhari:3616)

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

 Tag:   tanya jawab

Berita Terkait

Bangsaonline Video