Belajar Toleransi, Rombongan Pendeta Asal Jerman Kunjungi Ponpes Tebuireng

Wartawan: Romza
Selasa, 11 Oktober 2016 19:34 WIB

Suasana pertemuan pendeta asal Jerman dengan perwakilan Ponpes Tebuireng, Selasa (11/10).

“Di pesantren ini, setiap santri yang sudah senior dituntut untuk menjadi tutor bagi santri yang masih junior. Nah, merekalah yang mengawasi setiap santri mulai dari pendidikan hingga kesehatan para santri. Tidak hanya itu, Pesantren Tebuireng mencetak santri yang profesional dalam segala hal, misal, menjadi petani, ya petani yang profesional dan berjiwa santri, juga pedagang, nelayan, pegawai, hingga presiden,” ujar KH. Musta’in Syafi’i sebagai perwakilan dari Tebuireng dalam kesempatan tersebut.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa Pesantren Tebuireng memiliki hubungan yang harmonis dengan GKJW. Terbukti bahwa dahulu, Mbah Hasyim pernah meminta izin untuk mendirikan musholla di daerah Mojowarno tepatnya di dekat GKJW, dan Pendetanya pun mengizinkan. “Ini bentuk suatu hubungan kemanusiaan yang sangat harmonis dalam lintas agama, dan di Indonesia tidak pernah terjadi perang antar agama,” paparnya.

Usai pertemuan di ndalem kesepuhan, rombongan yang terdiri dari empat orang muslim Jerman dan enam orang kristiani Jerman ini kemudian mengakhiri kunjungannya dengan berziarah ke makam Masyayikh Pesantren Tebuireng. (rom/rev)

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video