Bentrok Gowa, Konflik Bupati dan Keturunan Raja

Editor: dio
Selasa, 13 September 2016 07:37 WIB

Aparat Kepolisian berusaha mendamaikan kedua kubu yang bertikai. Foto : Repro.

GOWA, BANGSAONLINE.com - Selama dua hari berturut – turut, pasukan kerajaan Gowa dan Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) terlibat bentrok sengit di Istana Balla Lompoa, Jalan Sultan Hassanudin Kelurahan Sungguminasa Kecamatan Sombaopu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Bentrokan sendiri dipicu perebutan ritual adat pencuciaan benda pusaka kerajaan atau Accera Kalompoang yang secara turun menurun dihelat setiap lebaran Idul Adha.

Bentrok awal terjadi pada minggu (11/9). Bermula dari adanya arak – arakan budaya pasukan kerajaan bersama sejumlah pemangku adat sebagai rangkaian dari ritual pencucian benda pusaka. Tanpa sebab mereka diserang Satpol PP dan sejumlah preman dengan menggunakan anak panah. Pasukan kerajaan pun mengamuk dan menyerang balik hingga ke dalam istana kerajaan.

BACA JUGA:

Aparat kepolian yang tiba dilokasi, melepaskan tembakan gas air mata. Namun hal tersebut taak menciutkan nyali kedua belah pihak yang berseteru. Akibat bentrokan dengan menggunakan panah, tombak, dan panik ini mengakibatkan dua orang pasukan kerajaan terluka terkena bacokan senjata tajam dan anak panah. Sementara dari pihak Satpol PP belum diketahui berapa korban luka lantaran awak media dilarang meliput oleh sejumlah petugas Satpol PP.

"Kami sudah mengalah karena itu kami menggelar ritual di luar istana padahal secara turun temurun ritual adat ini harus digelar di dalam istana tapi nyatanya kami juga diserang walau pun di luar istana makanya pasukan mengamuk," kata Andi Rivai salah seorang pemangkMu adat Kerajaan Gowa kepada media.

Bentrokan berakhir setelah sejumlah petinggi Polri tiba di lokasi dan berjanji akan mengusut tuntas pelaku penyerangan yang mengakibatkan seorang anggota pasukan kerajaan terluka.

"Korban penyerangan kami sudah arahkan untuk melapor secara resmi dan kami akan usut tuntas," ujar Kompol Henri, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Gowa yang turut serta menenangkan kedua belah pihak yang bertikai.

Selang sehari kemudian, tepatnya senin (12/9) sekitar pukul 14.00 waktu setempat, Pasukan kerajaan Gowa yang hendak memasuki istana Balla Lompoa mendapat hadangan dari Satpol PP bersama sejumlah preman lantaran di istana berlangsung pencucian benda pusaka serupa yang digelar Lembaga Adat Daerah (LAD). 

Akibatnya aksi saling serang menggunakan batu dan senjata tajam tidak terhindarkan. Tawuran tersebut berlangsung selama tiga jam. Untuk meredam suasana Brimob dibantu TNI diterjunkan untuk  menangani bentrokan. Aparat sempat kewalahan lantaran bentrokan terjadi di sejumlah titik. Kericuhan berakhir setelah ratusan aparat memblokade sejumlah titik bentrokan meski aksi saling lempar batu tetap berlangsung.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

 Tag:   bentrok gowa

Berita Terkait

Bangsaonline Video