Memancing Nila, Memahami Karakter Umpan

Editor: rosihan c anwar
Senin, 28 April 2014 11:11 WIB

lumut kali. teksturnya halus... disukai ikan nila baby... foto:net

1. Lumut. Ada beberapa jenis lumut. Lumut yang lazim dipakai adalah lumut kali atau lumut sawah. Bentuknya halus seperti rambut, dan berwarna hijau tua. Lumut ini banyak hidup di selokan yang mengalir. Atau di sawah-sawah.

Jika Anda memakai lumut ini, semua jenis nila akan menyantapnya. Mulai dari yang ukuran kecil 2 jari, hingga yang babon. Hanya saja, karena populasi ikan nila kecil lebih banyak, maka, sangat mungkin umpan anda disambar nila kecil dulu daripada nila babon.

Lumut lain untuk membidik nila babon adalah, lumut tambak air payau. Teksturnya kasar, warnanya hijau muda. Lumut kasar ini, bisa diperhalus dengan memberikan sedikit garam di wadah lumut. Hanya saja, lumut cepat mati. Ikan yang menyambar umpan ini, umumnya nila babon.

Ciri khas nila saat menyantap lumut umpan adalah, gerak pelampung sangat halus. Bahkan nyaris tak terasa. Jadi, ikan nila menyantap umpan anda, dengan cara menyedot.

2. Cacing. Cacing yang disukai ikan nila adalah cacing merah, atau cacing yang hidup di batang pisang yang sudah membusuk. Cacing ini mudah putus, jadi Anda harus sering-sering memasang umpan.

3. Udang kecil (rebon), cukup ditusukkan di bagian dekat ekor, dan jangan terkena urat punggungnya, agar udang tetap hidup. Bisa ditusukkan dua atau tiga udang hidup. Udang akan tahan hidup lama, ketika ditaruh di wadah yang gelap, dan teduh. Bila perlu, bikin wadah dengan lubang-lubang kecil dan ada tutupnya yang rapat, lalu masukkan ke air tempat anda memancing.

4. Kroto. Pilihlah kroto yang masih baru dipanen. Ketika anda bau, aroma kroto itu cukup segar, dan ada nuansa kecut. Selain itu, ada semut rangrangnya yang masih hidup. Setiap butirnya terlihat padat berisi.

 

sumber : HARIAN BANGSA edisi 27 Mei 2014