15 Ribu Penggemar Ngamuk, Rossi Tak Hadiri Malam Penghargaan

Senin, 09 November 2015 23:34 WIB

Valentino Rossi

TAVULLIA, BANGSAONLINE.com – Kekalahan Valentino Rossi tampaknya menebar kekecewaan di kalangan penggemarnya. Bahkan 15 ribu pendukung Valentino Rossi dikabarkan mengamuk setelah idola mereka gagal merebut gelar juara dunia MotoGP musim ini. Menurut laporan Riminitoday, Senin (9/11/2015), mereka mengamuk dengan menuduh pembalap Spanyol melakukan konspirasi dengan memuluskan perjalanan Jorge Lorenzo menuju tahta juara.

Sebelumnya, puluhan ribu pendukung menggelar nonton bareng (nobar) di alun-alun kota Tavullia. Dua layar raksasa itu berada di dua tempat berbeda. Satu layar berada di Pizza Dante Alighieri, sedang lainnya di depan gereja dekat dengan perbatasan Kota Roma.

Menurut informasi, walikota Tavullia, Francesca Paolucci, Walikota Coriano, Walikota Pesaro dan Konselor Pariwisata dari Emilia Romagna akan menyaksikan balapan GP Valencia. Sayang, pesta kemenangan yang sudah disiapkan begitu matang malah berujung kekecewaan. Sebab Rossi kalah dalam perebutan gelar juara dengan rekan setimnya Lorenzo.

Rossi yang merebut runner-up di Kejuaraan Dunia MotoGP 2015 tidak hadir di acara malam penghargaan pembalap. Malam penghargaan yang dihelat di Galeri Arts and Sciences of Valencia, dihadiri CEO Dorna Carmelo Ezpeleta dan Presiden FIM Vito Ippolito. Keduanya menjadi bagian dalam acara inti yakni memberikan penghargaan pada juara dunia baru, Jorge Lorenzo. Namun kemenangan Lorenzo tak lepas dari sanksi start dari belakang sehingga membuyarkan peluang Rossi untuk merebut gelar juara dunia kesepuluhnya.

Sport.es melaporkan, pembalap asal Italia seharusnya hadir di acara sakral tersebut. "Manajer Tim Yamaha, Massimo Meregalli mewakili Rossi untuk menerima penghargaan peringkat kedua musim ini," demikian laporan Sport.es, Senin (9/11/2015).

Media olahraga berbasis di Barcelona El Mundo Deportivo menyebut sikap Rossi tidak menghadiri pesta besar para insan MotGP itu sikap kekanak-kanakan. "Protes kekanak-kanakan dari sang pembalap Italia di pesta puncak . Sepertinya dia kehilangan rasa hormat untuk semua pembalap lain yang berada di pesta para pelaku MotoGP."

Selain Lorenzo, penghargaan juga diberikan untuk pembalap Prancis Johann Zarco (Ajo Motorsport) yang merebut gelar juara dunia Moto2 dan pembalap Inggris pembalap Inggris Danny Kent (Leopard Racing) yang merebut gelar juara Moto3.

Di lain pihak, Alex Rins (Yellow Pages HP 40) menerima penghargaan untuk kategori rookie di kelas Moto2 sedangkan Jorge Navarro (Estrella Galicia 0,0), untuk kategori yang sama, memenangkannya di kelas Moto3.

Dalam malam penghargaan itu, pembalap Repsol Honda asal Spanyol Marc Marquez hadir untuk menerima penghargaan usai finis di posisi ketiga di klasemen pembalap.

Sebelumnya diberitakan, bahwa tim Honda menyerang balik pernyataan Valentino Rossi, yang menuduh Marc Marquez berperilaku seperti pengawal Jorge Lorenzo untuk memenangi kejuaraan dunia MotoGP di Valencia, Spanyol, Minggu, 8 November 2015. 

Lorenzo, rekan setim Rossi, menyangkal tudingan teman senegaranya itu. Rossi memulai balapan dari posisi terakhir karena hukuman atas perilakunya di Sepang, Malaysia. Kala itu Rossi diduga menendang keluar Marquez dari trek.

"Ini bukan suasana yang kami ingin alami pada akhir kejuaraan yang tak terlupakan," kata Wakil Presiden Honda Racing Corporation, Shuhei Nakamoto, dalam konferensi pers, Senin, 9 November 2015.

Nakamoto menjelaskan bisa memahami bahwa itu hari yang sangat sulit bagi Valentino Rossi. Namun, pada sisi lain, kata Nakamoto, mereka tidak bisa menerima tuduhan Rossi kepada kedua pembalapnya tersebut. 

Valentino Rossi sebelumnya berprasangka terhadap Marquez di Australia yang membantu Lorenzo di balapan terakhir musim ini. Marquez dan Lorenzo sama-sama warga negara Spanyol, lokasi berlangsungnya balapan itu.

Nakamoto mengatakan tidak ada bukti untuk itu. "Hari ini Valentino menuduh Marc tidak berusaha melewati Jorge, yang jelas memiliki kecepatan sangat baik sepanjang balapan, seperti yang ia lakukan pada babak kualifikasi," ujarnya.

Marc berjuang untuk tetap di belakangnya saat balapan, ujar Nakamoto, mereka telah melakukan pekerjaan besar untuk tidak kehilangan banyak jarak dengan Lorenzo.

Nakamoto mengatakan, Marquez berniat menyalip Lorenzo di lap terakhir tapi rencana itu digagalkan Pedrosa. "Kami mohon maaf jika Valentino tidak percaya hal ini terjadi, kami tetap yakin Marc dan Dani berusaha 100 persen mencapai hasil terbaik untuk tim."

Nakamoto menjelaskan pihaknya tidak bisa menerima tuduhan ini terus-menerus muncul dari waktu ke waktu. "Karena ini adalah persepsi satu orang, yang sebenarnya kami hormati, tetapi itu bukan kenyataannya."

Nakamoto mengakui Valentino adalah juara dunia dan sosok yang cerdas sehingga pihaknya benar-benar berharap Rossi dapat mengevaluasi kembali apa yang terjadi. "Dan menerima ini adalah balapan besar dari musim yang indah." (tempo.co/sindonews.com dan berbagai sumber)