Kelurahan Madyopuro Malang Gelar Pameran Tempoe Doeloe

Kamis, 05 November 2015 21:16 WIB

MALANG, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 200 stand lebih menghiasi pameran Tempo Doeloe selama 3 hari (5-7/10) di kawasan Velodrome, yang diselenggarakan Karang Taruna Pemuda Madyopuro, didukung penuh LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) dan Kantor Kelurahan. Pameran ini dibuka Wawali Kota Malang Drs. H Sutiaji bersama Muspika Kecamatan Kedungkandang, Kamis (05/11).

Di antara stand ini, ada kuliner seperti cenil, nasi jagung, ada stand seni wayang kulit, kendang, juga stand pakaian jaman dulu atau jaman kini.

Ketua panitia Puji Raharjo mengatakan, kegiatan bersih desa dengan konsep tempo doeloe, merupakan awal kali pertama, namun agenda bersih desanya sendiri sudah keempat kalinya.

"Kenapa kami menampilkan konsep tahun baru, sebab tampilan wayang kulit kurang greget, dan kurang menggali potensi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Kemudian antusias masyarakat dalam meramaikan juga kurang," ujar Teyer panggilan Puji Raharjo.

Pihaknya berinisiatif menggelar bersih desa dengan prioritas pada UMKM sekaligus memberikan tontonan dengan konsep tempo doeloe.

"Konsep ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemkot Malang. Di sisi lain, kami pun sebagai karang taruna ingin mengusulkan kepada pemerintah, jika lahan yang kosong selama ini jarang dipakai, bisa dioptimalkan dengan tempat wisata, khas Madyopuro," kata dia.

Dia berharap, selain dari LPMK, elemen yang lain juga peduli membesarkan Karang Taruna Madyopuro. Karena selama ini, hanya LPMK yang senantiasa membina.

Sementara Wawali Kota Malang Drs H Sutiaji yang membuka acara mengatakn jika kegiatan ini adalah starting poin. Sutiaji berharap ke depannya bisa dikembangkan dan dilanjutkan lebih meriah lagi, dan tentunya bisa menjadi sebuah Ikon bagi Kelurahan Madyopuro.

"Untuk berikutnya, kami akan membicarakan dengan Wali Kota, apalagi sore ini juga hadir Suprapto, selaku anggota DPRD Kota Malang. Sehingga nantinya bisa diagendakan oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Kota, di anggaran 2017, potensi gelaran tempo doeloe ala Madyopuro, bisa lebih bagus lagi, dengan desaign yang dahsyat," ujar Wawali Sutiaji, usai membuka Ngajabi 2015. (mlg1/thu/rev)