Gara-gara Badai Pasir, Jamaah Haji asal Jombang Alami Patah Kaki

Senin, 14 September 2015 13:29 WIB

Padai pasir yang menerjang Mekkah sebelum akhirnya menyebabkan jatuhnya crane. foto: kapanlagi

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Sainten Bin Said (59) jamaah haji asal Jombang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 15 yang sebelumnya diberitakan korban jatuhnya crane, ternyata mengalami patah kaki di Makkah. Namun demikian, kini kondisinya sudah membaik dengan dipasang gips di kakinya.

Minan Rohman salah satu jamaah asal Jombang yang juga tergabung di kloter 15 kepada wartawan melalui Blackberry Massenger (BBM) mengatakan, hingga sekarang Sainten masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit An-Nur Makkah.

”Alhamdulillah kondisi beliau membaik. Beliau mengalami patah kaki kanan. Sekarang sudah dipasang gips,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sainten sebenarnya bukan korban jatuhnya crane di masjidil haram. ”Ibu Sainten ini korban badai pasir. Cedera di kaki itu akibat terkena hantaman fiber pembatas jalan yang diterbangkan angin badai. "Ketika itu yang bersangkutan berangkat menuju Masjidil Haram untuk berjamaah salat maghrib. Jadi, musibah crane itu terjadi sebelum ibu Sainten sampai di Masjidil Haram,” jelasnya.

Sementara itu, pihak keluarga mengaku belum mengetahui Sainten mengalami patah kaki kanan. Pihak keluarga pertama kali mendapat informasi dari keluarga ketua regu yang kebetulan satu desa dengan Sainten. ”Waktu itu kami dapat kabar dari keluarga pak Setio Wibowo yang merupakan ketua regu ibu saya,” kata Nasrotin (38), anak kedua Sainten saat ditemui wartawan di rumahnya.

Ia melanjutkan, kabar yang diterima belum menggambarkan kondisi Sainten seperti apa pasca kejadian. ”Waktu itu belum tahu bagaimana kondisi ibu. Kami hanya dapat kabar kalau ibu menjadi salah satu korban dalam kecelakaan crane saja. Sejak itu kami sudah tidak tenang dan shock,” lanjutnya.

Nasrotin menambahkan, selang beberapa jam kemudian, pihak keluarga baru mendapat kabar dari ketua regu, yang menyebutkan Sainten menderita luka ringan dan masih dalam perawatan Rumah Sakit An-Nur. ’’Sejak itu kami menjadi sedikit lega. Terlebih kata ketua regu, ibu bisa melanjutkan ibadah haji, dan hanya tinggal menunggu keluar dari rumah sakit,” pungkasnya. Seperti diketahui, dari data yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) hingga kemarin ada 48 jamaah asal Indonesia yang menjadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram. Satu di ataranya adalah Sainten Bin Said asal Jombang. (jbg1/rvl)