Razia Preman di Surabaya Bocor, Gagal Total

Senin, 29 Juni 2015 00:59 WIB

GAGAL - Satu-satunya pemuda yang ditangkap petugas gabungan. Pemuda itu pun terlihat hanya orang yang kesasar. (foto: rusmiyanto/BANGSAONLINE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tim gabungan yang terdiri dari Polrestabes Surabaya, Sat Pol PP Surabaya dan Garnisun melakukan razia premanisme Sabtu (27/6) malam hingga Minggu (28/6) dini hari. Hasilnya sangat tidak memuaskan karena rencana operasi dinilai telah bocor.

Rencana awal ada tiga titik operasi yang bakal dirazia yakni Taman Apsari, taman Bungkul dan taman Karang Pilang yang biasa dipakai cangkrukan. Ironisnya, ketiga taman tidak membuahkan hasil sama sekali. Di taman Bungkul tim razia justru berfoto ria dengan boneka Doraemon, dan diikuti juga oleh anggota polwan Polrestbes Surabaya.

Wartawan yang geli melihat aksi itu menantang tim untuk razia di stasiun Wonokromo yang sudah terkenal sebagai basis preman, prostitusi maupun perjudian. AKP Ellik selaku Pawas (pengawas satuan) yang memimpin razia menyanggupi permintaan itu.

Wartawan langsung tancap gas ke TKP untuk melihat momen penting razia di malam Ramadan. Sebaliknya rombongan tim gabungan justru berhenti di depan masjid Al-Falah sekitar 15 menit, entah dengan tujuan dan alasan apa.

Wartawan yang sudah ada di TKP terkejut ketika puluhan penghuni stasiun itu semburat tidak karuan, padahal tim gabungan belum datang. “Operasi!!!..operasi!!,” teriak mereka sambil berlarian keluar pagar menuju jalan raya atau pasar Maling. Mereka tidak kesulitan melewati pagar tembok karena sudah mempersiapkan tangga darurat. Dalam sekejap tepi rel itu kini sudah menjadi arena yang lengang tanpa aktifitas yang membahayakan.

Dua puluh menit kemudian rombongan razia datang ke lokasi. Dan lagi, razia tidak membuahkan hasil apapun meski di stasiun Wonokromo yang terkenal dengan aksi premanisme, prostitusi maupun perjudian. Tim hanya menangkap satu pemuda yang ada di lokasi yang terlihat kesasar.

AKP Ellik ketika dikonfirmasi mengaku sama sekali tidak menduga jika razia bocor. "Saya tidak tahu kenapa operasi ini kok bocor ya?," ujar dia singkat.

Saat dipertanyakan mengapa mendadak berhenti di masjid Al-Falah cukup lama, sebelum berangkat ke pasar Wonokromo, Ellik menerangkan jika tim berhenti untuk menyusun setrategi. Membagi anggota dalam beberapa grup ketika sampai di lokasi nantinya.

“Kita tidak ada hal lain yang patut dicurigai dengan hal itu," timpal Ellik.(yan/ns)