Tanggapan atas Tulisan Dahlan Iskan: Dukungan untuk Riset-Riset drh. Yuda
Editor: Redaksi
Jumat, 16 Desember 2022 17:18 WIB
Oleh: dr. Erik Tapan (08999139336)
BANGSAONLINE.com - Dokter sangat terharu membaca salah satu tulisan wartawan senior Bpk. Dahlan Iskan, mengenai Drh Yuda, peneliti terapi sel di Indonesia, http://bangsaonline.com/berita/112608/bukan-dokter-pasien-manusia-sembuh-disuntik-protein-sel-dokter-hewan-ini-ditangkap.
BACA JUGA:
Lebaran Hampir Tiba, Bendungan Semantok Tak Kunjung Dibuka
Dahlan Iskan Ngaku Bangga Sekali terhadap HARIAN BANGSA, Ternyata Ini Alasannya
Kunjungan ke Ngawi, Presiden Jokowi Panen Raya Padi dan Pantau Harga Kebutuhan Pokok
Di Pantai Tempat Nabi Musa, Muhammad Bin Salman Bangun Pariwisata Terbesar di Timteng
Ini sesuai dengan anjuran Presiden, Bpk Jokowi, bahwa jika ingin memenangkan pertarungan, jangan mengekor. Buat terobosan baru. Terapi sel (termasuk stem cell), menurut dr Boenjamin, adalah terobosan baru dalam bidang pengobatan di dunia. Oleh karena itu, dr Boen, mati-matian mengembangkan terapi sel/stem cell di Indonesia sejak tahun 2006.
Dalam artikel Pak Dahlan, diceritakan bahwa drh Yuda berhasil mengembangkan injeksi protein yang diambil dari placenta manusia, untuk mengobati penyakit-penyakit seperti: diabetes, stroke, saraf, dan banyak lagi.
Keren kan??
Masalahnya, masih ada aturan yang mengganjal dari proses pengobatan ini. Sepengetahuan dokter, di Indonesia, yang bisa menyuntik manusia itu hanya dokter manusia (termasuk drg) dan perawat manusia.
Untuk itu, drh Yuda pernah dinyatakan bersalah karena hal ini (sesuai info yang bisa dibaca pada artikel tersebut). Pasien-pasiennya setelah disuntik sendiri dengan protein produksi drh Yuda, tidak ada yang mati atau sakit kok, begitu pertimbangan hakim sebagai butir yang bisa meringankan hukuman Drh Yuda.
Dokter ingin sedikit memberi masukan, yang mudah-mudahan bisa menambah pemahaman kita semua. Bahwa ke depan, aturan ini (yang bisa menyuntik manusia hanya dokter/perawat manusia) bisa saja dikoreksi. Tentu hal ini dokter serahkan ke Pemerintah & DPR. Tidak ada yang abadi. Apalagi demi kemaslahatan masyarakat. Tapi untuk saat ini, hal tersebut masih belum diizinkan.
(Menulis info dg gaya bercerita adalah salah satu kegemaran Dokter. Tidak heran kalau Dokter mengidolakan Bpk Dahlan Iskan).
"Harus diapakan orang seperti Yuda ini?"
Simak berita selengkapnya ...