Hari Ini Polres Gresik Minta Keterangan Nur Hudi dan Nasir Soal Pernikahan Manusia dengan Kambing

Editor: Tim
Wartawan: Syuhud
Senin, 13 Juni 2022 10:46 WIB

Muhammad Nasir dan Nur Hudi Didin Arianto. Foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Polres bekerja ekstra maraton untuk menindaklanjuti laporan pernikahan manusia dan kambing yang difatwai MUI sebagai tindakan penistaan agama.

Sebagai tindak lanjut laporan sejumlah pada 8 Juni 2022, Penyidik Pidana Umum (Pidum) Polres hari ini, Senin (13/6/2022), memanggil 2 Anggota DPRD asal Fraksi untuk dimintai keterangan.

Kedua Politisi tersebut adalah Ketua Fraksi Muhammad Nasir, dan Anggota Fraksi Nur Hudi Didin Arianto.

Infi yang didapatkan BANGSAONLINE.com menyebutkan, baik Nasir maupun Nur Hudi dipanggil Polres atas laporan aktivis Infi Dari Rakyat (IDR) Choirul Anam.

Ia melaporkan ritual yang dihadiri Nasir dan Nur Hudi itu lantaran dinilai meresahkan masyarakat, dan sebagai bentuk penistaan agama.

Selain itu, pernikahan nyeleneh tersebut dianggap telah melukai hati masyarakat .

Nasir dan Nur Hudi sendiri dipanggil oleh Penyidik Polres untuk dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana. Acuannya pasal 156a KUHP yang berbunyi: barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Sementara itu, Ketua DPRD Much Abdul Qodir membenarkan hari ini dua Anggota DPRD dari Fraksi dipanggil penyidik Polres untuk dimintai keterangan.

"Iya. Jumat kemarin saya mendapatkan pemberitahuan pemanggilan Pak Nasir dan Pak Nur Hudi oleh Penyidik Polres ," kata Abdul Qodir saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Senin (13/6/2022).

Menurut Abdul Qodir, pemanggilan Anggota DPRD oleh pihak aparat penegak hukum () untuk dimintai keterangan tak perlu minta izin pimpinan DPRD, bupati, gubernur, dan mendagri.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video