43 Karyawan Demo dan Mogok Kerja, Dituding Kuasai Paksa Kendaraan Perusahaan

Editor: Tim
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Selasa, 31 Mei 2022 16:08 WIB

Manager Operasional PT Superior Sarana Sukses, Mark Steven (kiri) didampingi Kuasa Hukum, Sutrisno Adi (kanan). Foto: Nanang Fachrurozi/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Aksi unjuk rasa dan 43 karyawan yang merupakan driver sebuah perusahaan transportasi batu bata ringan di Ngoro berbuntut panjang.

Kedua belah pihak saling lapor, melakukan upaya hukum karena tidak ada titik temu dan kesepakatan yang dicapai antara keduanya.

Mark Steven, Manager Operasional , menjelaskan aksi unjuk rasa dan yang dilakukan 43 driver ini terkait deposit atau jaminan perjalanan muat.

"Deposit atau jaminan ini sejatinya milik mereka dan bukan milik atau dikuasai perusahaan. Jadi selama mereka masih bekerja melakukan muatan, deposit ini aman untuk dikelola untuk kepentingan mereka. Jika terjadi apa-apa di jalan, deposit atau jaminan ini bisa digunakan. Kebijakan perusahaan ini yang harus dipahami mereka" ujar Mark, saat klarifikasi dalam sesi jumpa pers di Surabaya, Selasa (31/5/2022).

Menurutnya, deposit atau jaminan perjalanan muat ini sudah disosialisasikan sejak 27 Januari 2022 lalu dan sudah disepakati para driver.

"Namun di pertengahan April hingga kini mereka dan yang patut disayangkan mereka juga menyandera 8 unit armada perusahaan dengan dalih perusahaan menelantarkan dan mengebiri hak-hak mereka ini yang tidak benar," tandas Mark didampingi Sutrisno Adi, kuasa hukumnya.

Proses mediasi, sudah beberapa kali dilakukan, tapi tidak membuahkan hasil kesepakatan antara perusahaan dan driver.

"Kita sudah berupaya mengakomodir keinginan mereka dengan memprioritaskan kemanusiaan dan mengedepankan restorative justice, namun juga tak ada kata sepakat," imbuhnya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video