Emil Dardak Sebut Luar Biasa, Dua Parpol Bukber dengan Kiai Asep dalam Waktu Bersamaan

Editor: MMA
Minggu, 01 Mei 2022 19:17 WIB

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Dardak saat memberikan sambutan dalam acara buka bersama (bukber) bersama Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. di Masjid Kampus Instiut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto, Sabtu (30/4/2022) malam. Tampak Muhammad Al Barra (Gus Bara), Putra Kiai Asep yang Wakil Bupati Mojokerto duduk di kursi, Foto: ROCHMAT SAIFUL ARIS/ BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Kharisma dan pengaruh Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., menjadi tumpuan para pimpinan partai politik (parpol) di Kabupaten Mojokerto. Hampir semua pimpinan parpol “tabarrukan politik” pada Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto, Jawa Timur, itu.

Lebih-lebih pada bulan suci Ramadan. Banyak pimpinan parpol menggelar buka puasa bersama (bukber) dengan Saifuddin Chalim. Bahkan Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional terpaksa menggelar dengan dalam waktu yang bersamaan.

“Ya karena waktunya sudah sangat mepet. Terpaksa dalam waktu bersamaan,” kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com di sela-sela dengan Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) di kampus Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Sabtu (30/4/2022) malam.

Kiai Asep mengakui banyak parpol yang menggelar di lingkungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah. “Partai Demokrat, PAN, Nasdem, Hanura, massa PDIP, massa PPP, dan yang lain,” kata .

Kebetulan tiap bulan suci Ramadan membagi-bagikan sedekah dan zakat sehingga semua biaya ditanggung secara pribadi oleh mantan ketua PCNU Kota Surabaya itu.

“Habis umroh ini saja habis 100 ton beras,” tutur . “Sebelum umroh juga sama. Juga habis 100 ton,” tambahnya.

( Saifuddin Chalim usai memberikan taushiyah pada PAN. Foto: mma/ bangsaonline.com)

Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu datang dari tanah suci pada 25 April 2022 lalu. langsung menggelontor sedekah dan zakat, setelah sempat ada jeda karena umroh.

Massa yang datang, baik konstituen parpol maupun massa umum, diberi beras dan uang transport oleh .

“Ya setiap orang kita kasih beras 5 kg, lalu sarung, dan uang transport Rp 100 ribu per orang. Kalau yang ibu-ibu atau perempuan, sarungnya kita ganti sewek (jarik),” kata .

Menurut , masyarakat di sekitar Pesantren Amanatul Ummah juga mendapat prioritas. “11.000 KK dari sebelas desa sudah selesai semua,” kata . Maksudnya selesai, sudah diberi beras 5 kg, sarung, dan uang transport. Mereka dikoordinasi lurahnya masing-masing.

Kiai Asep memang populer sebagai kiai dermawan. Karena itu banyak sekali warga Mojokerto yang mengenal . Bahkan mereka bukan hanya mengenal, tapi juga simpati pada putra pendiri NU KH Abdul Chalim itu.

Nah, kharisma plus kedermawanan itulah yang membuat pengaruh makin besar di tengah-tengah masyarakat. Tak aneh, jika selalu menjadi incaran hampir semua pimpinan parpol, baik lokal, regional, maupun nasional.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video